Viral Medsos

SERANGAN Besar-besaran Rusia ke Ukraina, Kirim Rudal Hipersonik Palsu dan 59 Drone Buatan Iran

Adapun, serangan Rusia dengan drone Shahed buatan Iran itu berlangsung selama lebih dari 5 jam.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
AP Photo via Kompas Tv
Bangkai Rudal Rusia di Ukraina. Rusia meluncurkan puluhan rudal jelajah ke berbagai bagian Ukraina menguji pertahanan udara Ukraina yang dilakukan pada malam hari. Namun Ukraina mengeklaim berhasil menembak seluruhnya rudal tersebut. (AP Photo via Kompas Tv) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sejak Minggu hingga Senin (29/5/2023), Rusia meluncurkan serangan rudal hipersonik palsu dan drone alias pesawat tak berawak terbesar di Kota Kyiv, Ukraina. Sedikitnya satu orang tewas dan dua orang terluka akibat peristiwa ini.

Adapun, serangan Rusia dengan drone Shahed buatan Iran itu berlangsung selama lebih dari 5 jam.

Namun, militer Ukraina melaporkan pasukannya berhasil menembak jatuh sedikitnya 58 drone, dari total 59 drone yang diluncurkan Moskow ke wilayah Kyiv.

Sementara, rudal hipersonik yang dikirim Rusia diduga palsu untuk mengelabui petahanan udara Ukraina yang kini persenjataannya diperkuat dari Amerika Serikat.

Seperti dilansir Reuters, Senin (29/5/2023), Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa pasukan militer Rusia menggunakan drone-drone 'kamikaze' buatan Iran dalam rentetan serangan terbaru itu.

Presiden Volodymyr Zelensky, secara terpisah, menyebut seluruh drone Rusia yang menargetkan Kiev telah dihancurkan.

Gelombang serangan udara terbaru Moskow yang terjadi pada Minggu (29/5/2025) dini hari itu bertepatan dengan perayaan 'Hari Kiev' di ibu kota Ukraina, yang memperingati 1.541 tahun berdirinya kota Kiev.

"Beginilah cara Rusia merayakan Hari Kiev kuno kita," sebut Presiden Zelensky dalam pernyataan terbarunya.

Gelombang serangan udara terbaru Rusia ini tercatat sebagai serangan besar pertama yang terjadi selama bulan Mei dan merupakan serangan ke-16 selama bulan ini.

Wali Kota Kiev Vitali Klitschko melaporkan seorang pria berusia 41 tahun tewas usai tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk akibat serangan Rusia. Beberapa orang lainnya, yang jumlahnya tidak disebut secara jelas oleh Klitschko, mengalami luka-luka.

"Ini adalah serangan dua hari berturut-turut dan menjadi serangan udara Rusia ke-16 ke Kyiv (Kiev) sepanjang bulan Mei,"ujar Vitali Klitschko.

"Sebuah rudal ditembak jatuh di dekat Kyiv,"sambung Vitali Klitschko di saluran Telegram.

"Pertahanan udara berfungsi!" tegas dia.

Vitali Klitschko menambahkan, ledakan terdengar di beberapa distrik kota, termasuk lingkungan bersejarah Podil di Kyiv, di mana puing-puing yang berjatuhan merusak atap sebuah rumah.

Sementara, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan kembali bahwa tujuan Moskow di Ukraina akan tercapai.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved