Viral Medsos

SERANGAN Besar-besaran Rusia ke Ukraina, Kirim Rudal Hipersonik Palsu dan 59 Drone Buatan Iran

Adapun, serangan Rusia dengan drone Shahed buatan Iran itu berlangsung selama lebih dari 5 jam.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
AP Photo via Kompas Tv
Bangkai Rudal Rusia di Ukraina. Rusia meluncurkan puluhan rudal jelajah ke berbagai bagian Ukraina menguji pertahanan udara Ukraina yang dilakukan pada malam hari. Namun Ukraina mengeklaim berhasil menembak seluruhnya rudal tersebut. (AP Photo via Kompas Tv) 

Tujuan lain adalah menguras arhanud dan menyebar ketakutan di Ukraina.

“Bagaimana bisa tenang kalau sepanjang malam ada serangan udara dan harus masuk lubang perlindungan? Perang psikologis ini mungkin tujuan utama Rusia lewat penggunaan pesawat-pesawat nirawak itu,” kata seorang perwira menengah NATO yang menolak identitasnya diungkap CNN.

Hal yang lebih mencemaskan NATO adalah Rusia memakai pesawat nirawak untuk menguras ketahanan artileri pertahanan udara (arhanud) Ukraina.

Selain mahal, amunisi arhanud Ukraina butuh waktu untuk dipasok ulang. Sebagian malah semakin sulit didapatkan.

Rudal untuk S200 dan S300 tidak dibuat lagi kecuali oleh Rusia. Selain cadangan internal, Ukraina kini memakai rudal S200 dan S300 yang dibeli AS dan sekutunya dari berbagai negara lain di Afrika dan Asia.

Cadangan di berbagai negara terus menipis dan semakin sedikit negara mau menjualnya kepada AS dan sekutunya. Saat akhirnya rudal itu habis, Ukraina hanya mengandalkan arhanud standar NATO.

Padahal, tidak ada yang bisa memastikan kapan gelombang serangan pesawat nirawak diakhiri Rusia.

Moskwa dilaporkan masih terus membeli pesawat nirawak, terutama dari Iran dan diduga pula dari China.

Selain itu, Moskwa juga memproduksi sendiri sebagian pesawat nirawak itu.

Belakangan, Ukraina dan Rusia sama-sama mengklaim berhasil menangkis serangan udara pihak lawan.

Artileri pertahanan udara masing-masing negara disebutkan efektif menangkis hampir seluruh rudal dan pesawat nirawak berpeledak pihak lawan.

Meski demikian, tetap saja ada kerusakan akibat rangkaian serangan itu.

Pada Minggu (28/5/2023) malam hingga Senin dini hari, berbagai penjuru Ukraina menjadi sasaran pesawat nirawak dan rudal Rusia. Angkatan Udara Ukraina menyebut, 59 pesawat nirawak Rusia diterbangkan dari Bryansk dan Krasnodar.

Arhanud Ukraina mengklaim menjatuhkan setidaknya 58 pesawat itu.

Sementara dua lagi meledak di Zhytomyr, provinsi di barat Kyiv.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved