Berita Medan
War Tiket Coldplay Hingga Jadi Mahar, Fans atau FOMO ini kata Psikolog
Menurutnya kejadian ini tidak serta merta dapat dikaitkan atau dikatakan sebagai FOMO.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Kecenderungan FOMO sendiri terjadi pada anak muda dimasa ini, akses informasi yang semakin mudah, memunculkan ketertarikan untuk ikut serta dalam sebuah tren.
"Coldplay digandrungi memang masuk ke tren, kalau dulu minatnya sangat tinggi terhadap Korea misalnya, sekarang ini Coldplay begitu," katanya.
FOMO muncul karena ada ketakutan tidak mengikuti tren yang ada, khususnya di sosial media. Oleh sebab itu, fenomena satu ini seringkali ditemui di kalangan anak muda.
Imbasnya, mereka senang mencari validasi dan munculah sifat FOMO.
“Orang yang lebih muda jauh lebih berisiko karena peningkatan jumlah waktu yang dihabiskan untuk online ditambah dengan kepekaan yang meningkat dan kebutuhan akan persetujuan dan rasa memiliki secara sosial,” jelasnya.
Sah-sah saja mengikuti tren yang ada, namun disebutnya kecendrungan anak sekarang adalah terlalu fanatik, sehingga memunculkan hal yang negatif.
"Nah poin yang satu ini, harus dikontrol orang dewasa, fanatik ini yang tidak baik," tambahnya.
Diimbaunya, sebaiknya anak muda bisa memilih hal yang harus dilakukan dengan baik.
Bukan sekadar ikut tren, dan merugikan diri sendiri, sebab tren sekarang benar-benar menjadi hal yang harus diperhatikan dibawah bimbingan orang tua.
"Harus ada pantauan dari orang sekitar, dan mengontrol diri dengan baik, jadi tidak terlalu fanatik terhadap seorang sosok atau suatu hal apapun," pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jastip-tiket-coldplay.jpg)