Dugaan Malapraktik

DUGAAN MALAPRAKTIK, RS Murni Teguh Dilaporkan ke Polda Sumut, Kaki Kiri Sakit, Kaki Kanan Dioperasi

RS Murni Teguh dilaporkan ke Polda Sumut oleh seorang pasien karena diduga melakukan malapraktik

Tayang:
HO
Manajemen RS Murni Teguh saat memberi bantahan 

"Semua hanya salah paham saja. Saat ini pun masih dirawat di RS Murni Teguh dan kondisi pasien mulai pulih," kata Refman.

Senada disampaikan Kepala Humas RS Murni Teguh, Herman.

Baca juga: Update Kasus Meninggalnya Happy Damanik di RS Amri Tambunan, Dugaan Malapraktik & Petugas Sepele

Katanya, pasien yang melaporkan RS Murni Teguh ke Polda Sumut ini usianya 52 tahun.

Pasien menjalani operasi pada 7 Desember 2022 kemarin.

"Pasien ini seorang bidan di Kota Sibolga dengan umur 52 tahun. Usai dilakukan operasi pada tanggal 7 Desember, pasien sudah bisa berjalan ke kamar mandi sendiri dengan tongkat," katanya.

Baca juga: Dilaporkan Tuduhan Malapraktik, Ini Jawaban RSUP Adam Malik Soal Penderita Kanker Payudara

Herman pun memastikan bahwa pihaknya akan melakukan yang terbaik bagi pasien. 

"Kita pastikan lakukan yang terbaik. Hanya saja pada hakikatnya manusia itu ciptaan Tuhan, jadi kesembuhan itu di tangan yang di atas. Tapi tetap kita berusaha secara maksimal. Kita berharap pasien pulihnya secepat mungkin," katanya.

Kasus dugaan malapraktik lain

Kasus dugaan malapraktik lain juga pernah terjadi di RS Murni Teguh Medan.

Bastiana Ginting (38) terpaksa menopause dini karena dugaan malapraktik pihak rumah sakit.

Namun, kala itu manajemen RS Murni Teguh Medan membantah tudingan malapraktik itu.

Menurut Humas RS Murni Teguh Medan, dr Herman Ramli, pihaknya telah melakukan investigasi mandiri mengenai tudingan malapraktik itu. 

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan manajemen, tidak ada ditemukan adanya dugaan malapraktik dan kesalahan prosedur.

Baca juga: Bikin Jantungan, Pasien RS Murni Teguh Hendak Bunuh Diri, Gagal Dalam Kondisi Tergantung di Jendela

Herman mengatakan, operasi mium memang memiliki risiko, terutama seperti yang dialami Bastiana.

Meski demikian, sebelum operasi pihak rumah sakit sudah melakukan edukasi mengenai sebab dan akibatnya.

Sejauh ini pihaknya mengaku kooperatif mulai dari pemeriksaan IDI, polisi hingga Dinas Kesehatan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved