News Video
Mantan Kasar Narkoba Perintahkan Beli Motor Hadiah Babinsa TNI Pakai Uang Suap, Kemudian Membantah
Apakah benar uang sisa 166 (juta) digunakan untuk membayar press release, membeli satu sepeda motor dan membayar Wasrik?," tanya Kapolda.
"Yang bener yang mana ini? Yang bener yang mana Oloan. Kamu jangan lari - lari (pernyataannya). Benar gak ada ngomong gitu, digunakan betul ada?," balas Panca.
Namun, Oloan dengan berat hati hanya menjawab "Siap,".
"Siap apanya. Ada atau tidak?," balas Kapolda.
Oloan pun akhirnya mengakuinya. "Siap ada Jendral,"
"Gitulah jelas-jelas, ada kamu menyampaikan," kata Kapolda.
Namun tiba-tiba Kabid Propam Polda, Kombes Joas yang berada di belakang Kapolda mendatangi Kompol Oloan dan tampak berbisik kepadanya.
"Biarkan saja Joas. Biar kan dia ini menjadi sampai clear," kata Panca.
"Apakah kamu katakan atas perintah Kapolrestabes Medan," tanya Kapolda lagi.
Oloan dengan suara berat menjawab tidak ada.
"Siap tidak ada," cetusnya.
"Pertanyaan saya selanjutnya, kenapa bisa Oloan menyampaikan itu kepada Paul bahwa kita sekarang ada untuk membayar sepeda motor, kegiatan release dan wasrik?," tanya Kapolda.
"Siap Jenderal, siap tidak ada," cetusnya.
Namun, Kapolda heran dan menanyakan kembali kepada AKP Paul. "Yang benar yang mana? ada?. Yang benar Oloan kamu jangan lari-lari benar enggak kamu ngomong gitu," tanya Panca.
Kemudian, Oloan mengakui bahwa ada memerintahkan AKP Paul untuk melakukan ketiga hal tersebut. Yang termasuk di dalamnya membayarkan sepeda motor untuk Babinsa dengan uang suap tersebut.
"Siap, siap, siap ada," tegasnya.