Ancaman Baru China di Laut Natuna Utara, Pesawat Jatuhkan Bom dan Ranjau, Ini Potensi Migas di Sana

Klaim China atas wilayah Laut Natuna Utara masih menimbulkan gejolak. Posisinya berbatasan langsung dengan Laut China Selatan.

Tayang:
Editor: Salomo Tarigan
Dok/Tribun Medan
Kapal Perang China masuk Laut Natuna 

Basin tersebut kemudian membangkitkan pola sirkulasi arus laut yang unik, yakni Viet Nam Jet Current (VJC) dan Natuna Off-Shelf Current (NOC).

"Sebenarnya VJC dan NOC ini merupakan satu kesatuan polas irkulasi di Laut China Selatan," tambah Anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) itu.

Viet Nam Jet Current adalah sirkulasi arus yang mengalir dari arah Samudera Pasifik Barat Laut China Selatan dengan kecepatan tinggi.

Sirkulasi arus itu menyusur tebing Laut China Selatan di sisi barat-laut/utara yang melewati Viet Nam.

Kemudian berbalik arah ketika mendekati tebing Laut Natuna (Utara) sehingga kemudian disebut sebagai Natuna Off-Shelf Current (NOC).

Widodo menambahkan, Sungai Mekong yang bermuara di pesisir Viet Nam, memasok nutrien atau zat hara dari darat mengalir ke dasar Laut China Selatan.  

Adanya Viet Nam Ject Current dan Natuna Off-Shelf Current tersebut mengangkat zat hara dari dasar perairan menuju ke atas (upwelling).

"Kemudian perairan menjadi sangat subur menyediakan khlorofil dan oksigen yang digunakan oleh ikan dan biota laut ekonomis tumbuh dan berkembang biak," ujar Widodo yang juga sebagai 3. Anggota Dewan Pakar Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE).

Khlorofil dan oksigen tersebut juga tersebar dengan merata dan baik di seluruh perairan pesisir di Laut China Selatan dan Laut Natuna (Utara).

Sehingga tidak heran satelit Vessel Monitoring System yang disajikan oleh Global Fishing Watch mendeteksi sangat banyak kapal penangkap ikan di sana.

Bahkan aktivitas kapal penangkapan ikan secara terus menerus hampir sepanjang tahun.

Kapal-kapal tersebut ada yang memiliki identitas/izin penangkapan, dan banyak pula yang tidak memiliki identitas/izin penangkapan. 

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), bersiaga terkait adanya laporan 6 kapal China yang berada di laut Natuna Utara sejak Senin (13/9/2021). Sejumlah video yang diambil nelayan, terlihat ada enam kapal China berada di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia, pada koordinat 6.17237 lintang utara dan 109.01578 bujur timur  .

Kapal China Bikin Takut Nelayan

Sejumlah nelayan di Kepulauan Riau, ketakutan melihat enam kapal China mondar-mandir di Laut Natuna Utara, sejak Senin (13/9/2021).

Dari 6 kapal China yang terpantau, kapal yang terlihat paling jelas adalah kapal destroyer Kunming-172.

 Kapal itu terlihat jelas di antara riak gelombang air laut. Warna abu-abu khas tampak jelas tak terhalang. Namun, tidak ada kontak mereka dengan para nelayan yang memancing.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna Hendri mengatakan keberadaan kapal ini membuat nelayan takut.

”Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Hendri, seperti diberitakan Harian Kompas, Kamis (16/9/2021).

Ancaman kapal China di Laut Natuna Utara mulai menguat sejak akhir Agustus 2021.

Selain enam kapal kemarin, kapal survei Haiyang Dizhi-10 juga berulang kali terpantau satelit melintas zig-zag dikawal sejumlah kapal penjaga pantai China.

Ada juga ancaman kapal perang China di Laut Natuna dengan membawa pulang teknologi kapal perang canggih jenis Frigate tipe Arrowhead 140.

Frigate adalah jenis kapal perang ringan dengan kecepatan tinggi dan kemampuan manuver yang dilengkapi teknologi militer canggih terkini.

Arrowhead 140 dipersenjatai dengan rudal-rudal antipesawat, juga torpedo anti-kapal selam, yang membuatnya mampu memberikan pertahanan terhadap ancaman udara dan laut.

Kapal ini juga punya kemampuan untuk menjadi kapal induk mini bagi helikopter angkatan laut baik untuk misi antar-jemput personel maupun misi penyelamatan SAR search and rescue. 

Baca juga: Temuan Baru Ilmuwan Afrika soal Varian Omicron, Gejala tak Biasa Cepat Menular

Baca juga: TAJIR MELINTIR Ladyboy Sukses Dinikahi Pengusaha Kaya, Sang Pria Tergila-gila Rela Ceraikan Istri

(Tribunnews.com/TribunBatam.id /kompas

Ancaman Baru China di Laut Natuna Utara, Pesawat Jatuhkan Bom dan Ranjau, Ini Potensi Migas di Sana

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved