Keluarganya Miskin, Jenazah Pasien Covid-19 Ini Ditelantarkan Rumah Sakit dan Satgas Covid-19

Viral video jenazah pasien Covid-19 di pemakaman Bumi Langgeng, Kota Jambi ditelantarkan oleh pihak rumah sakit dan satgas covid-19 Kota Jambi.

HO / Tribun Medan
Jenazah Maher Tobing pasien covid-19 terpaksa dimakamkan keluarga karena ditelantarkan rumah sakit dan gugus tugas kota jambi 

TRIBUN-MEDAN.com - Viral video jenazah pasien Covid-19 di pemakaman Bumi Langgeng, Kota Jambi ditelantarkan oleh pihak rumah sakit dan satgas covid-19 Kota Jambi.

Video berdurasi 54 detik tersebut sudah beredar diberbagai platform media sosial seperti instagram, facebook, twitter dan juga menjadi perbincangan di grup-grup WhatsAp.

Dalam caption video yang dishare di Facebook, Margareth Borpas menuliskan bahwa mayat tersebut tidak diurus karena keluarganya miskin. "Kl orang susah itu memang tdk pernah dianggap," tulisnya, Sabtu (21/8/2021).

Dalam video tersebut terdengar suara seorang perempuan yang merekam kondisi peti jenazah warna coklat dibungkus menggunakan pelastik, yang berada di sebuah kawasan pemakaman.

"Ditelantarkan saja, dibawa dari Rumah Sakit Umum, cuman diletakkan di tengah jalan ini, gak sampek pun ke lobang liang lahat," kata suara perempuan, yang merekam video tersebut.

Katanya, video yang saat ini tengah viral tersebut diambil di pemakaman Bumi Langgeng.

Masih dalam suara rekaman tersebut, perempuan itu menanyakan, mengapa hanya pihak keluarga yang mengurus, tanpa di dampingi pihak rumah sakit.

"Jadi dimana tanggungjawab rumah sakit, kalau memang covid,  kenapa kami yang dibiarkan mengurus, covid itu kan menular," kata wanita tersebut.

Menelusuri video viral itu, tribun berhasil mengonfirmasi kakak kandung korban bernama Johan Tobing. Katanya, adik kandungnya tersebut meninggal dunia pada Kamis (19/8/2021) pukul 06.00 pagi.

Kemudian, pihak rumah sakit langsung mengevakuasi korban ke dalam peti mati.

Johan menjelaskan, setelah adiknya bernama Maher Tobing meninggal dunia, pihak Rumah Sakit Raden Mattaher menawarkan opsi, untuk proses pemakaman sang adik.

Katanya, saat itu, pihak rumah sakit menawarkan opsi, apakah adiknya tersebut dimakamkan sesuai dengan prosedur rumah sakit, atau pihak keluarga.

"Ya karena ini covid, kami minta sesuai SOP rumah sakit," kata Johan, saat dikonfirmasi, Jumat (20/8/2021) sore.

Namun Johan mengaku, pihak rumah sakit  tidak ikut memakamkan jenazah sang adik.

"Kami ditanya, mau ikut prosedur rumah sakit atau mau dijemput keluarga, ya kami bilang ikut rumah sakit, tetapi, malah ditinggal begitu saja," bilang Johan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved