China Negara Pertama Akui Taliban sebagai Penguasa Afghanistan yang Dinamai Emirat Islam Afghanistan

Apa yang Diincar China dari Taliban? Ternyata Bumi Afghanistan Kandung Mineral Paling Dicari. Kekayaan Mineral Negara Itu mencapai triliunan dolar AS

Editor: AbdiTumanggor
(24h.com.vn/AP Photo/Zabi Karimi)
China dan Taliban Akui Negara Afghanistan menjadi Emirat Islam Afghanistan 

Kemudian Hua Chunying menyinggung kesepakatan pertemuan Taliban yang dipimpin Kepala Komisi Politik Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar dengan Menlu China Wang Yi di Tianjin China, 24 Juli 2021.

Kunjungan delegasi Taliban ini diawali dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, yang merupakan sekutu utama China di Asia Selatan.

Baca juga: Taliban Kembali Bangkit, Puluhan Tentara Afghanistan Ditembak Mati, Foto Kerja Sama dengan China

Bungkam Perlawanan Uyghur 

Sebelumnya, China menggunakan Pakistan untuk menekan Taliban agar mencegah ETIM berpangkalan di Afghanistan.

Dalam pertemuan ini syarat dukungan China pada Taliban adalah Taliban tidak memperbolehkan kelompok teroris East Turkestan Islamic Movement (ETIM) berpangkalan di negaranya.

Gerakan Islam Turkestan Timur (ETIM), dinyatakan sebagai afiliasi al-Qaeda, kelompok militan dari Provinsi Xinjiang yang bergejolak di China.

ETIM berjuang untuk mendirikan negara merdeka rumah bagi 10 juta Muslim Uyghur.

China menuding sebelumnya ETIM  berpangkalan di Afghanistan.

Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada 28 Juli mengungkapkan pandangannya tentang Taliban.
Menurut laporan 24h.com.vn, pada Kamis (29/7/21) lalu, Menteri Luar Negeri China Wang Yi melakukan pertemuan dengan 9 petinggi Taliban pada 28 Juli 2021. (24h.com.vn)

Bahkan dalam laporan terakhir PBB, ratusan militan ETIM berkumpul di Afghanistan

Xinjiang berbatasan dengan Afghanistan, Kashmir yang diduduki Pakistan selain negara-negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan.

Namun status ETIM sebagai organisasi teroris dicabut Donald Trump, yang memicu ketegangan antara China Amerika.

Amerika berpendapat pergerakan ETIM muncul karena diskriminasi yang dilakukan China pada etnis Uyghur.

Termasuk menahan ribuan etnis Uyghur di pusat-pusat penahanan massal, yang disebut Beijing sebagai kamp pendidikan.

Selain mempersempit ruang gerak kelompok ETIM, China juga menginginkan stabilitas politik Afghanistan agar proyek Belt and Road Initiative (BRI) berjalan mulus.

Pagar penjagaan di kamp penahanan, yang secara resmi disebut pusat pendidikan keterampilan di Xinjiang.
Pagar penjagaan di kamp penahanan, yang secara resmi disebut pusat pendidikan keterampilan di Xinjiang. (Reuters/Thomas Peter)

Fu Xiaoqiang, wakil direktur di Institut Hubungan Internasional Kontemporer China, mengatakan stabilitas Afghanistan adalah kunci untuk melindungi proyek Belt-and-Road senilai lebih dari $50 miliar di negara tetangga Pakistan yang menyediakan rute darat ke Samudra Hindia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved