China Negara Pertama Akui Taliban sebagai Penguasa Afghanistan yang Dinamai Emirat Islam Afghanistan

Apa yang Diincar China dari Taliban? Ternyata Bumi Afghanistan Kandung Mineral Paling Dicari. Kekayaan Mineral Negara Itu mencapai triliunan dolar AS

Editor: AbdiTumanggor
(24h.com.vn/AP Photo/Zabi Karimi)
China dan Taliban Akui Negara Afghanistan menjadi Emirat Islam Afghanistan 

Bisakah Taliban mendapat manfaat dari sumber daya alam negara itu?

Pemerintah Afghanistan gagal menghasilkan banyak keuntungan dari sumber daya alamnya.

Nematullah Sediqi, seorang pemilik tambang Afghanistan, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa keamanan yang buruk, korupsi, kurangnya kerangka hukum yang tepat telah mencegah pengembangan sektor pertambangan.

Dalam kekacauan yang akan terjadi setelah Taliban merebut kekuasaan, kecil kemungkinan mereka akan dapat mengakses sejumlah besar sumber daya alam yang dilaporkan dimiliki negara itu.

Pemerintah Afghanistan sendiri berjuang untuk mendapatkan investor luar sehingga tanpa bantuan yang signifikan. Dan tampaknya Taliban juga tidak akan dapat mengekstraksi sumber daya alam dari Afghanistan.

Bagaimana soal ekonomi Afghanistan? Bank Dunia mengatakan: "Ekonomi Afghanistan dibentuk oleh kerapuhan dan ketergantungan bantuan".

Sektor terbesar Afghanistan tampaknya adalah Pertanian dan produksi tekstil kapasnya.

Baca juga: Bahagianya Tentara Taliban saat Naik Bom-bom Car, Komidi Putar hingga Fitness di Istana Presiden

Ambisi China untuk Afghanistan hingga Bekerjasama dengan Taliban

Terkini, China menjadi negara paling awal mengakui Taliban sebagai penguasa Afghanistan yang dinamai Emirat Islam Afghanistan (EIA), pasca-keruntuhan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, Minggu 15 Agustus 2021.

Sebelum Taliban merebut kekuasaan, delegasi China telah bertemu dengan 9 petinggi Taliban pada Juli lalu.

Kebijakan politik China ini drastis berubah mengingat pada 1996 saat Taliban berkuasa di Afghanistan, China tidak mengakui dan tidak mempunya hubungan diplomatik. Bahkan menutup kedutaannya di Afghanistan selama bertahun-tahun.

Begitu Kabul jatuh ke tangan Taliban, Senin 16 Agustus 2021, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying memberikan pernyataan mendukung Taliban sebagai penguasa sah Afghanistan.

“China telah mencatat bahwa Taliban Afghanistan mengatakan kemarin (Minggu) bahwa perang di Afghanistan telah berakhir dan bahwa mereka akan mengadakan pembicaraan yang bertujuan untuk membentuk pemerintahan Islam yang terbuka dan inklusif di Afghanistan dan mengambil tindakan yang bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan warga Afghanistan dan misi diplomatik asing,” kata Hua Chunying dalam situs Kementrian Luar Negeri China.

“China berharap pernyataan ini dapat diterapkan untuk memastikan transisi yang mulus dari situasi di Afghanistan, menjauhkan segala jenis terorisme dan tindakan kriminal dan memastikan bahwa rakyat Afghanistan menjauh dari perang dan dapat membangun kembali tanah air mereka,” katanya.

Milisi Taliban kuasai Istana Presiden Afghanistan, Senin (16 Agustus 2021).
Milisi Taliban kuasai Istana Presiden Afghanistan, Senin (16 Agustus 2021). (AP Photo/Zabi Karimi/Via CNN)

"Atas dasar menghormati sepenuhnya kedaulatan nasional Afghanistan dan kehendak semua pihak, Beijing telah mempertahankan kontak dan komunikasi dengan Taliban dan memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan penyelesaian politik," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved