Taliban Kembali Bangkit, Puluhan Tentara Afghanistan Ditembak Mati, Foto Kerja Sama dengan China
Jenazah tentara Afghanistan itu dibuang masih mengenakan rompi anti-peluru dan magasen amunisi kosong di dekat mereka.
TRIBUN-MEDAN.COM - Kelompok Taliban disebut menembak mati puluhan tentara Afghanistan yang menyerah, dan membuang mereka ke kuburan massal.
Gambar mengerikan yang diunggah ke media sosial menunjukkan jenazah penuh darah para prajurit di Distrik Kang.
Dalam salah satu foto yang diunggah jurnalis Bilal Sarwary, nampak ada tiga mayat ditempatkan di kuburan dangkal.
Jenazah tentara Afghanistan itu dibuang masih mengenakan rompi anti-peluru dan magasen amunisi kosong di dekat mereka.
Sementara foto lainnya memperlihatkan bagaimana para personel militer Afghanistan itu tergeletak dekat dinding bersimbah darah.
Tentara Afghanistan menunjuk ke kawasan yang menjadi sasaran Taliban, Kamis. (bbc)
Warga setempat yang mengambil foto jenazah itu mengungkapkan, tentara pemerintah mendapat penyiksaan brutal segera setelah ditangkap.
Dilansir The Sun Kamis (5/8/2021), Taliban disebut menguasai Distrik Kang dengan puluhan serdadu itu menyerah.
"Kini (Taliban) melakukan operasi pembersihan di pusat distrik dan kantor pemerintah," terang Sarwary.
Di Provinsi Helmand, pemberontak disebut mengeksekusi 40 orang dan melukai 100 lainnya pada 2 Agustus 2021, demikian laporan PBB.
MILISI Taliban Tembak Mati Puluhan Tentara Afghanistan dan dibuang ke Kuburan Massal (AFP via The Sun)
Konsekuensi mengerikan
Di Lashkar Gah, ibu kota Helmand, penduduk diminta evakuasi dengan pasukan dipimpin Jenderal Sami Sadat bersiap melancarkan serangan.
"Konsekuensinya akan mengerikan jika Taliban tak segera dikalahkan," kata Sadat, yang berjanji akan mengenyahkan milisi tersebut.
Kepada warga Lashkar Gah, Jenderal Sadat meminta mereka segera mengungsi supaya pasukannya bisa menyerang pemberontak secepat mungkin.
"Saya paham sangat sulit meninggalkan rumah Anda. Jika Anda terpaksa diungsikan, maka maafkan kami," ujar Sadat.
"Kami memerangi Taliban di mana pun mereka berada. Kami akan terus berhadapan dengan mereka, dan tak membiarkan satu anggotanya hidup," tegasnya.
Kekhawatiran mendalam
Sadat menerangkan, jika kelompok itu sampai berkuasa di Afghanistan, maka yang terancam bisa Eropa dan AS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/terkuak-kerja-sama-taliban-dan-china.jpg)