Cerita Ibu Hamil Melawan Covid-19, Harus Jalani Isoman dan Terima Sanksi Sosial Dari Tetangga

Ia mengatakan selama menjalani isolasi mandiri tidak mengonsumsi obat-obatan seperti pasien pada umumnya yang diberi vitamin.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ibu hamil termasuk golongan yang rentan terhadap penyebaran virus Covid-19.

Akibatnya pun bisa fatal, apalagi menyangkut kesehatan bayi yang berada di dalam kandungannya. 

Baca juga: Produk UMKM Samosir Dipasarkan Melalui Aplikasi Digital Ini, Begini Cara Pembeliannya

Salah satu ibu hamil di Medan, NS (37), menceritakan pengalamannya selama terpapar Covid-19. Ia mengatakan berusaha melawan virus tersebut.

Ia mengatakan selama menjalani isolasi mandiri tidak mengonsumsi obat-obatan seperti pasien pada umumnya yang diberi vitamin.

Hal itu dilakukan sesuai anjuran dokter spesialis kandungan yang ia percayai soal penanganan Covid-19 bagi ibu hamil.

Saat itu ia disarankan agar tetap mengonsumsi vitamin bagi bayi dalam kandungannya seperti biasa karena bayi dalam kandungan sensitif terhadap obat-obatan lain.

Selain itu, ia juga lebih banyak mengonsumsi obat-obatan herbal alami yang diyakini bisa meningkatkan imunitas tubuh.

"Jadi inisiatif sendiri dan nanya ke dokter. Kayak tradisional saja, karena lagi hamil dan gak bisa mengonsumsi obat yang untuk orang Covid-19 karena itu keras," ucap NS, warga Kecamatan Medan Polonia, Medan, Sumatera Utara, (14/8/2021).

Baca juga: Pedagang Angkringan Gugat Presiden Jokowi ke Pengadilan, Minta Ganti Rugi Akibat PPKM

Nila ditetapkan positif Covid-19 pada 21 Juli lalu setelah salah satu anggota keluarganya lebih dulu terpapar Covid-19.

Pada saat itu umur kehamilannya sudah memasuki lima bulan.

Dia yang merasa cemas memberanikan diri memeriksa ke Rumah Sakit. Namun rupanya hasilnya positif.

Usai dinyatakan positif, suami, anak, dan juga ayahnya yang satu rumah menyusul melakukan PCR dan dinyatakan positif.

Mereka sepakat untuk menjalani isolasi mandiri dirumahnya.

Nila menuturkan bergejala sesak, flu, batuk dan nyeri persendian. Sementara anggota keluarga lainnya mengalami demam.

Waktu itu dia merasa kondisinya lebih baik sehingga membantu merawat anggota keluarga lainnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved