Berita Medan

Perampokan di Angkot Morina 81 Medan, Penumpang Nekat Loncat, 2 Orang Alami Luka Memar

Pelaku langsung mengancam sopir dengan parang dan menyuruhnya untuk melaju kencang tanpa berhenti.  

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
PERAMPOKAN- Julia Pratiwi (23) salah satu korban perampokan bersenjata tajam di dalam angkutan kota (angkot) Morina 81 di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Jumat (10/4/2026).  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Penumpang angkutan kota (angkot) Morina 81, Julia Pratiwi (23), selamat dari aksi perampokan bersenjata tajam yang terjadi di dalam angkot di Jalan KL Yos Sudarso, Medan, Selasa (7/4/2026) siang. 

Julia dan beberapa penumpang lainnya memilih melompat dari angkot yang sedang melaju untuk menyelamatkan diri.

Peristiwa berawal saat Julia naik angkot dari Simpang Kota Bangun menuju Glugur untuk bekerja. 

Pukul 13.00 WIB, di depan SPBU Simpang Kayu Putih, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, suasana di dalam angkot berubah menegangkan.

"Setelah beberapa meter berjalan, seorang bapak turun di Simpang KIM. Beberapa meter kemudian, tiba-tiba seorang penumpang pria mengeluarkan parang dari celananya," ujar Julia saat ditemui dikediamannya, Jumat (10/4/2026).

Pelaku langsung mengancam sopir dengan parang dan menyuruhnya untuk melaju kencang tanpa berhenti.  

Kemudian, pelaku menodongkan parang ke arah penumpang lain, terutama seorang perempuan yang duduk di dekat pintu.

"Korban yang ditodong disuruh menyerahkan handphone. Satu kakak (perempuan) di dekat pintu langsung memberikan HP-nya dan terdiam. Tapi kakak yang duduk di tengah berteriak dan tidak mau menyerahkan HP. Mulutnya langsung ditutup pelaku, tapi dia tetap meronta dan terus berteriak," ungkapnya.

Tak hanya itu, pelaku juga menodongkan parang ke paha, leher, dan kepala korban yang berteriak.

Saat korban tersebut berusaha naik ke pijakan pintu untuk melompat, pelaku mendorong korban hingga jatuh. 

Beberapa detik kemudian, penumpang perempuan pertama yang tadi sudah menyerahkan HP juga ikut melompat.

Julia yang duduk di kursi paling belakang mulai panik melihat seorang bapak tua yang duduk di sebelahnya juga bergeser ke pinggir pintu.

"Saya mikir, kalau bapak ini loncat, saya nggak mungkin sendiri di dalam sama pelaku. Sebelum loncat, saya juga sempat ditodong dan diminta HP-nya sama pelaku. Saya sempat merogoh tas, tapi begitu saya lihat bapak tua itu loncat, saya langsung ikut loncat," tuturnya.

Julia dan bapak tersebut jatuh tepat di depan SPBU yang terbengkalai sebelum Simpang Kayu Putih.

Ia kemudian dibantu dibangunkan oleh bapak tersebut dan pengendara lain yang melihat kejadian itu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved