Breaking News

SOSOK Nisya Marpaung, Duta Bahasa Sosial Media, Gemar Edukasi Penggunaan Bahasa dan Pendidikan Sex

Mewakili Asahan, Nisya berhasil terpilih sebagai Duta Bahasa Sosial Media dalam ajang Duta Bahasa Sumatera Utara 2021.

Editor: Ayu Prasandi
HO
Nisya Marpaung saat mengikuti ajang Duta Bahasa Sumatera Utara 2021   

 TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Nisya Rahmaini Marpaung tak menyangka bahwa kecintaan terhadap bahasa mampu membuat dirinya tampil percaya diri mengikuti ajang kompetisi.

Mewakili Asahan, Nisya berhasil terpilih sebagai Duta Bahasa Sosial Media dalam ajang Duta Bahasa Sumatera Utara 2021.

"Dari semi finalis juga awalnya tidak menyangka bisa melewati peserta yang mungkin menurut Nisya lebih hebat. Karena inikan se-Sumut dan yang ikut ini bukan hanya orang yang biasa saja tapi Alhamdulillah mungkin dari persiapan yang matang dari keyakinan diri bisa buat Nisya lolos," ungkap Nisya, Sabtu (19/6/2021).

Setelah terpilih menjadi Duta Bahasa Media Sosial, Nisya bersiap untuk menjalani segudang program yang akan ia jalani dalam setahun ke depan.

"Nanti kedepannya Nisya akan menyuarakan kepada anak muda untuk bangga berbahasa Indonesia dimana saja sama seperti saat menggunakan bahasa Internasional. Jadi berawal dari hal kecil saja, kita selama ini menggunakan bahasa asing di sosial media," ujarnya.

Tak hanya mengampanyekan secara pribadi, namun selama setahun kedepan, dirinya akan turut berperan untuk memberikan ide-ide untuk kampanye melalui akun Balai Bahasa Sumatera Utara.

Nisya bercerita bahwa selama menjalani tahap seleksi hingga karantina, ada banyak ilmu yang ia dapatkan yang dapat menambah pengetahuannya mengenai bahasa. 

Baca juga: BERITA KPK TERKINI - Jokowi Bisa Turun Tangan Atas Polemik TWK Pegawai KPK

Ia juga meluruskan bahwa Pemilihan Duta Bahasa tidak hanya menonjolkan bahasa Indonesia saja namun juga menerapkan trigatra bangun bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

"Sebenarnya di dalam Duta Bahasa itu tidak hanya bahasa Indonesia. Jadi bahasa Asing Nisya yang Nisya gunakan dalam pemilihan ajang ini karena memang juga penilaian yang besar juga untuk bahasa asingnya. Dan walaupun mengutamakan bahasa Indonesia tapi bahasa asing juga cukup penting yang mencakup banyak bidang," tutur Nisya.

Saat mengikuti babak penilaian, Nisya dengan bangga menggunakan bahasa Melayu Asahan yang menjadi bahasa khas tempat kelahirannya. 

"Sebenarnya Nisya suku Batak Toba tapi pasif jadi menonjolkan Melayu Asahan. Melayu inikan banyak jenisnya. Kalau Melayu Asahan khasnya dari vokal menekankan vokal O seperti "Ondak kemano?"," Jelasnya.

Selain mengikuti ajang Duta Bahasa, sebelumnya dia juga rajin mengikuti beragam kegiatan seperti pernah terpilih menjadi Duta Pilkada Asahan tahun 2020 setelah berhasil memukau para juri dengan pidato yang ia sampaikan.

Tak hanya itu, tahun 2020 lalu, ia juga terpilih mengikuti program youth power hacks yang menjadi salah satu perwakilan dari Indonesia dari lima negara yang berkolaborasi dengan unilever dan restlessdevelopment.

Beragam prestasi yang ia raih tak terlepas dari kerja keras yang ia lakukan sejak duduk di bangku sekolah. 

Baca juga: Puluhan Bangunan Liar di Jalan Ampera Raya Dirobohkan, Warga: Lahan Sedikit Pun Dipakailah

Bahkan, Nisya sempat bercerita bahwa prestasi yang ia raih ini tak terlepas dari kisah yang kurang menyenangkan semasa sekolah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved