Dokter Forensik Paparkan Kekejaman Pembunuh Nenek Masturi Sianipar

Dokter Forensik RSUD Sultan Sulaiman Seirampah, dr Abdul Gafar Parinduri S.PFM mengatakan, selain pada bagian kepala juga ada luka di bagian tengkuk. 

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN / ist
Warga menonton polisi yang sedang melakukan olah TKP di rumah Masturi Br Sianipar (65) di Dusun I, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdangbedagai. 

TRIBUN-MEDAN.com, SEIRAMPAH - Masturi Br Sianipar, warga Dusun I Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdangbedagai tewas akibat pendarahan hebat pada bagian kepala.

Dokter Forensik RSUD Sultan Sulaiman, dr Abdul Gafar Parinduri S.PFM mengatakan, selain pada bagian kepala juga ada luka di bagian tengkuk. 

"Akibat benda tumpul dan juga benda tajam. Pada bagian kepala kena benda tumpul dan tengkuk ada luka tusukan. Ada dua lubang," kata dr Abdul Gafar, Kamis (20/5/2021). 

Ia mengatakan, ada lebih dari dua titik bekas hantaman benda tumpul di kepala nenek berusia 65 tahun itu. Karena luka yang dialami ia pun kemudian lemas dan mati. 

Baca juga: Janda Mastur Br Sianipar Tewas di Rumahnya, Petugas Temukan Bercak Darah

Baca juga: Ini Tindakan Penjinak Bom saat Ada Ransel Mencurigakan di SPBU Dekat Polrestabes Medan

"Penyebab kematiannya akibat pendarahan hebat. Mati lemas kemudian," kata dr Gafar. 

Ia memperkirakan korban telah tewas lebih dari dua hari sebelum akhirnya jenazah dievakuasi oleh polisi. Kesimpulan ini sesuai dengan pengamatan larva atau ulat yang terdapat di tubuh korban. 

Masturi diduga merupakan korban perampokan. Menurut polisi, sepeda motor korban tidak ada lagi di dalam rumah. (dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved