Ini Tindakan Penjinak Bom saat Ada Ransel Mencurigakan di SPBU Dekat Polrestabes Medan

Sebuah ransel hitam tersandar di pagar besi yang berada di pintu keluar tempat pengisian Bahan Bakar Minyak yang tak jauh dari Polrestabes Medan.

Penulis: Fredy Santoso |
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Penjinak Bom memeriksa sebuah ransel hitam yang mencurigakan diduga bom pada simulasi di SPBU dekat Kantor Polrestabes Medan, Kamis (20/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Fredy Santoso

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Satuan Brimob Polda Sumut melakukan simulasi penjinakan bom di SPBU di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (20/5/2021). 

Sebanyak enam anggota penjinak bom bersenjata lengkap dikerahkan untuk memeriksa sebuah benda mencurigakan yang diduga sebuah bom.

Saat di lokasi kejadian terlihat sebuah ransel di hitam tersandar di pagar besi yang berada di pintu keluar tempat pengisian bahan bakar minyak yang tak jauh dari Polrestabes Medan.

Begitu tiba, enam anggota penjinak bom langsung melakukan persiapan khusus seperti memakai alat anti ledakan dan seragam lengkap berwarna hijau.

Tak hanya itu, satu anggota Jibom juga membawa sebuah perangkat yang akan dipergunakan untuk memeriksa apakah benda mencurigakan sebuah peledak atau bukan.

Tak lama kemudian ia langsung melewati area yang sudah lebih dulu dipasang garis polisi dan memeriksa tas tersebut.

Baca juga: Sebanyak 3.000 Kendaraan Dinas akan Dilelang, Pemprov Sumut Pilih Sewa atau Beri Tunjangan

Setelah memeriksa dan menyambungkan perangkat ke sebuah tas itu ia pun langsung membawa tas ransel hitam ke mobil berwarna hitam untuk dibawa ke Markas Brimob.

Kasat SPKT Polrestabes Medan, Maraidun Hasibuan mengatakan simulasi ini untuk mengantisipasi adanya benda-benda mencurigakan seperti bom.

Selain itu, rangkaian simulasi ini sekaligus untuk melaunching layanan cepat atau call center  110 Polri bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan secepatnya dari kepolisian.

"Penanganan tempat kejadian perkara penemuan itu diduga peledak. Dengan adanya bahan ini di lokasi SPBU ini bisa mengancam nyawa orang Yanga fa disini jika itu meledak. Makanya laporan yang kita terima itu langsung kita tindak lanjuti kemudian kita laporkan ke tim Jibom agar segera ditangkap dari TKP," katanya saat diwawancarai pada Kamis (20/5/2021). 

Baca juga: Adik Kandung Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga Meninggal Dunia

Sementara itu, Kasat SPKT Polrestabes Medan, Maraidun Hasibuan mengatakan layanan 110 mabes polri tidak hanya melayani kejadian seperti bom, tetapi juga melayani laporan masyarakat terkait tindakan kriminal yang benar-benar membutuhkan pertolongan secepatnya.

"Call center 110 mabes polri hari ini telah di launching dan sampai kesini kita sampaikan simulasi di Polrestabes Medan. Bukan hanya penanganan seperti itu saja. Penekanan kasus menonjol juga akan kita laksanakan apabila laporan masyarakat itu lewat melalui call center 110. Langsung kita tindak lanjuti," tutupnya. (cr25)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved