Liputan Khusus Mudik
Berhasil Lolos, Sopir Diduga Sogok Petugas Penyekatan Mudik
Berikut ini adalah liputan khusus soal adanya dugaan kongkalikong antara petugas penyekatan dengan sopir yang membawa pemudik
Seorang penumpang, Simbolon, mengatakan, hendak ke Pematangsiantar.
Simbolon mengaku, tidak tahu pasti apakah bus tersebut dilarang dan disetop di perjalanan. Namun, ia memiliki surat perjalanan tugas.
Tak berapa lama, bus tersebut pun bebas melaju melewati pos penyekatan mudik di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan.
Seorang mandor bus mengaku, yakin tidak akan disekat. "Mobil pemerintah ini," ujarnya bercanda.
Berdasarpenelusuran Tribun, di bawah jembatan Fly Over Amplas juga tampak aktivitas.
Baca juga: Tak Ada Penyekatan Mudik di Malam hingga Dini Hari, Kendaraan Pribadi dan Bus Bebas Melaju
Sejumlah agen tampak bersiap menampung penumpang. Saat Tribun mengaku penumpang, seorang agen bemarga Tobing, yang duduk di atas sepeda motor sigap melayani.
Tobing mengaku, bisa meloloskan pemudik dengan menitip ke mobil pengangkut koran menuju Siantar dan Tapanuli.
Tobing menjamin, tidak ada penyekatan di perjalanan.
Dari Medan ke Siantar ia patok ongkos Rp 70 ribu, dan ke Tarutung Rp 150 ribu.
"Mobil koran tapi ya, berapa orang. Sebentar lagi datang. Wajib lewat, enggak ada istilah balik ongkos, dijamin lewat. Tapi 70 ribu ke Siantar dan 150 ribu ke Tarutung," ujar Tobing. Untuk penjemputan, kata Tobing, penumpang akan dunaikkan di tempat yang lebih sepi saja.
"Pokoknya wajib lewat, ini karena aku punya hubungan baik," ujar Tobing.(mft/alj/jun)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-sogok_20171215_103740.jpg)