BERLAKU LARANGAN MUDIK Hari Ini, Kecuali Pakai Striker Kemenhub, Penumpang Bus Makmur Sepi

Setelah resmi melarang mudik liburan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, polisi menyebar ke sjumlah titik penyekatan.

Editor: Salomo Tarigan
Tribun-Medan.com/Goklas
Bus Makmur-Halmahera 

Dia pun mengungkapkan telah melakukan Swab Rapid Antigen dengan menelan biaya Rp 100.000.

"Ini mau ke Pekanbaru, berangkat 18.00 WIB dan sampainya besok 07.00 WIB," ujar Ali.

Amatan Tribun Medan di loket bus Makmur terlihat penumpang yang hadir sangat sepi. Sementara itu di gudang tempat bus Makmur diistirahatkan, tampak puluhan bus tengah bertengger.

Selain itu, terlihat sejumlah sopir yang duduk disekitar gudang. Selain itu, terlihat mekanik sedang memperbaiki beberapa bagian dari bus yang sedang tidak beroperasi.

Larangan mudik Lebaran 2021

Polda Metro Jaya memastikan personelnya  sudah mulai berjaga di pos pengamanan larangan mudik sejak dini hari tadi sekira pukul 24.00 WIB.

Adapun khusus wilayah Polda Metro Jaya sendiri, ada 31 pos pengamanan larangan mudik Lebaran 2021

"Seluruh titik yang sudah kita persiapkan baik 17 titik check point maupun 14 titik penyekatan sudah akan beroperasi mulai nanti malam pukul 24.00 WIB," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).

Dia memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan kepada tiap kendaraan yang melintas di pos pengamanan tersebut.

Pemeriksaan persyaratan perjalanan bagi warga yang mendapat pengecualian mudik pun akan dilakukan.

"Kita akan periksa seluruh persyaratannya, misalnya untuk perjalanan dinas ada surat izin perjalanan dinas, tanda tangan basah, cap basah dan print out, jadi bukan fotokopi. Kemudian itu berlaku untuk individual dan satu kali perjalanan

"Untuk masyarakat umum dan pekerja informal minimal ada surat keterangan dari kepala desa atau lurah yg menyangkut tentang pa tujuan dari perjalanan. Di luar itu maka akan kita putar balikkan," sambung Sambodo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak perlu mudik.

Dirinya juga mengatakan, saat ini pihaknya telah melakukan evaluasi untuk para personel yang berjaga dengan membangun pos-pos di jalur tikus yang kerap dilalui para travel gelap.

"Saya menegaskan sudah gak usah mudik, kami sudah mengevaluasi pos-pos jalur tikus yang sempat bocor sekarang kami sudah bangun di sana untuk travel gelap juga kami akan tindak tegas," tuturnya.

Lanjut Yusri, pelarangan itu dilakukan kata dia guna memutus penyebaran pandemi Covid-19 agar penyebarannya tidak masif.

"Sekali lagi, nyok di Jakarta aja, nyok di rumah saja, ini himbauan kepada masyarakat tetap di rumah saja selama liburan mendekati idul Fitri. Ini upaya kita memutus penyebaran Covid-19," tukasnya.

(cr8/cr3/tribun-medan.com/Tribunnews.com/Hari Darmawan)

Artikel lain terkait Larangan Mudik

Artikel lain terkait Stiker Khusus Mudik

BERLAKU LARANGAN MUDIK Hari Ini, Kecuali Pakai Striker Kemenhub, Penumpang Bus Makmur Sepi

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved