Kisah Vasily Blokhin, Sang Algojo Pembantai 7.000 Nyawa Manusia, Akhir Hidupnya Berakhir Menyedihkan
etidaknya ribuan nyawa manusia melayang di tangannya seorang diri. Uniknya, hal yang dilakukannya adalah legal karena perintah dari Stalin di masa itu
Akibat kegilaanya pada miras, Blokhin meninggal dunia tahun 1955, dia ditemukan meninggal dalam kondisi bunuh diri.
Warisan dari tindakan kejinya dilaporkan, dia telah mengeksekusi 7.000 tawanan perang di Katyn dan bertanggung jawab atas kematian ribuan orang lainnya selama Perang Dunia Kedua.
Dia diberi gelar sebagai "Eksekusi Paling Profilik" di Guiness of World Record, karena tindakan kejinya itu.
Akhir hayat yang menyedihkan bagi sang algojo
Meski sempat dianggap berjasa bagi negara, karir Blokhin akhirnya terhenti setelah keruntuhan pemerintahan Stalin.
Semua pangkat dan posisinya di militer dilucuti dalam kampanye de-Stalinisasi oleh pemerintahan Nikita Khrushchev yang naik ke tampuk kekuasaan.
Cap Stalinis pada Blokhin membuat kehidupannya sangat dipersulit pada saat itu.
Blokhin yang menjadikan minuman keras sebagai pelarian akhirnya berubah sebagai pencandu alkohol.
Rasa frustrasinya itu semakin bertambah lantaran teringat akan ribuan nyawa yang ia bunuh di masa lalu.
Perasaan bersalahnya itu kerap menghantui hingga ia ditemukan meninggal dunia pada 3 Februari 1955.
Laporan resmi pemerintah yang menyelidiki mencatat hal tersebut sebagai kematian akibat bunuh diri.
Setelah era Nikita Khrushchev berakhir di penghujung 1960-an, pangkat dan medali Order of the Red Banner yang dianugerahkan pada tanggal 27 April 1940 dikembalikan pada Blokhin.
Namanya pun dipulihkan dan direhabilitasi oleh negara sebagai salah satu bagian sejarah Uni Sovyet.
Kini, algojo paling produktif dalam sejarah itu dimakamkan di Kompleks Pemakaman Novodevich secara terhormat.
(*)
SUMBER : INTISARI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/20200617084317_normal.jpg)