Kisah Vasily Blokhin, Sang Algojo Pembantai 7.000 Nyawa Manusia, Akhir Hidupnya Berakhir Menyedihkan
etidaknya ribuan nyawa manusia melayang di tangannya seorang diri. Uniknya, hal yang dilakukannya adalah legal karena perintah dari Stalin di masa itu
Pada 5 Maret 1940, Stalin memerintahkan mengeksekusi semua perwira Polandia, kemudian membuangnya ke kuburan massal.
Selama itulah dalam waktu 28 hari, Vasili Blokhin secara pribadi mengeksekusi 7.000 perwira Polandia di Katyn.
Biasanya eksekusi akan berlangsung dari senja hingga fajar, tetapi Blokhin lebih suka bekerja pada malam hari untuk jenis tugas ini.
Blokhin bekerja hampir tanpa gangguan setiap malam, dilaporkan dia membunuh setiap tahanan rata-rata satu pembunuhan dalam 3 menit.
Setiap malamnya, Blokhin membunuh setidaknya 300 orang.
Baca juga: Sial Betul Nasib Buruh Ini, Sudah di-PHK Jadi Tersangka Pula, Cuma Gegara Namanya Kena Tag di Medsos
Dijelaskan oleh sebuah dokumen, eksekusi mati dilakukan denga cara yang sangat sistematis.
Tahanan akan dituntun dengan tangan terikat ke sebuah ruangan kedap suara, yang dirancang untuk melakukan eksekusi.
Kemudian dipaksa berlutut, lalu seorang komandan akan menembaknya ke kepala tahanan, dan membunuhnya secara instan.
Kemudian tubuh mereka akan diseret keluar, ruangan disemprot, lalu tahanan lainnya bergiliran masuk ke dalam ruangan untuk dieksekusi.
Blokhin menggunakan pistol Walther PPK 7,65 mm, senjata yang digunakan untuk melakukan eksekusi massal.
Pistol tersebut tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi lebih untuk membunuh secara instan, dan digunakan untuk mengeksekusi ratusan orang setiap harinya.
Pistol ini juga jarang gagal saat digunakan artinya tahanan akan terbunuh hanya dalam satu kali tembakan.
Baca juga: Bahas Kelanjutan Liga, Manajemen PSMS Akan Kumpulkan Ferdinand Sinaga Cs
Selain itu pistol itu disukai karena buatan Jerman, karena jika kuburan massal ditemukan, mayat-mayat tersebut berisi peluru Jerman, jadi Soviet bisa menyangkal telah melakukan pembantaian.
Tanggal 27 April 1940, Vasili Blokhin menerima penghargaan Orde Spanduk Merah, karena melakukan pembunuhan massal terorganisir.
Namun setelah kematian Stalin tahun 1953, ia dipaksa pensiun, Blokhin dilucuti pangkatnya dan menjadi pemabuk setelah pensiun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/20200617084317_normal.jpg)