Kisah Vasily Blokhin, Sang Algojo Pembantai 7.000 Nyawa Manusia, Akhir Hidupnya Berakhir Menyedihkan

etidaknya ribuan nyawa manusia melayang di tangannya seorang diri. Uniknya, hal yang dilakukannya adalah legal karena perintah dari Stalin di masa itu

kolase/ist
Vasily Blokhin dan makamnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Menjalani profesi sebagai algojo yang bertugas mencabut nyawa manusia karena dianggap bersalah mungkin bukan menjadi sebuah pekerjaan yang diinginkan kebanyakan orang. 

Namun, hal tersebut tak berlaku bagi sosok perwira Uni Soviet bernama Vasily Blokhin.

Pria satu ini nampaknya cukup menikmati posisinya.

Hal ini terbukti dari rekam jejaknya sebagai eksekutor paling produktif yang pernah ada.

Setidaknya ribuan nyawa manusia melayang di tangannya seorang diri. Uniknya, hal yang dilakukannya adalah legal karena perintah dari Stalin di masa itu.

Berikut perjalanan kisah seorang Vasily Blokhin yang dikutip Tribunmedan.com dari Intisari: 

Baca juga: Sosok Pejabat yang Disindir Luhut karena Hadir Berkerumun Langgar Prokes di Petamburan, Siapa Dia?

Baca juga: Cerita Bobby Nasution Blusukan di Tengah Pandemi, Dari Curhat Soal Parit Hingga Masalah Pribadi

Berbicara mengenai pembunuhan, pria ini disebut sebagai pembunuh tercepat dalam sejarah menurut Guinness World Record.

Mengutip Today i Found Out, pria tersebut bernama Vasili Blokhin, yang terlahir dari keluarga petani Rusia tahun 1855.

Dia adalah pemuda yang mendapatkan reputasi pembunuh dengan cepat, selama menjadi pekerja hitam.

Vasili melayani pasukan Tsar selama perang Dunia I dan mendapatkan pengakuan dari Stalin atas pembunuhan, penyiksaan, dan eksekusi yang dilakukannya.

Baca juga: Terkuak Pekerjaan Penyebar Video Panas Mirip Gisel, Begini Cara Pelaku Mendapatkannya

Blokhin melewati jajaran polisi rahasia Rusia, dan secara resmi menjadi komandan penjara departemen untuk melakukan misi hitam, untuk mendukung Stalin.

Blokhin mengawasi banyak eksekusi mati.

Namun, yang paling terkenal adalah, ketika Blokhin melakukan pembantaian berdarah Katyn pada tahun 1939 hanya lebih dari dua minggu setelah Jerman menginvasi Polandia.

Pasukan Soviet memasuki sisi Timur Polandia, kemudian mereka menyatakan perang.

Baca juga: Pascakebakaran Pasar Tingkat Berastagi, Sebagian Pedagang Mulai Berjualan

Vasili Blokhin pembunuh massal yang menghilangkan ribuan nyawa di tangannya.
Vasili Blokhin pembunuh massal yang menghilangkan ribuan nyawa di tangannya. (Rare Historical Photos)

Pada saat itu, mereka menangkap 20.0000 petugas Polandia dan menahan mereka di kamp penjata milik Uni Soviet.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved