Trump Minta Hentikan Penghitungan Suara, Juru Kampanye Joe Biden Bereaksi: Keterlaluan
Sejauh ini, Biden memimpin dengan perolehan electoral votes sebanyak 238. Sementara Trump mengejar dengan raihan 213 electoral votes.
TRIBUN-MEDAN.com - Petahana Presiden AS Donald Trump ingin hentikan penghitungan suara dalam Pilpres AS 2020.
Mengetahui ancaman Donald Trump menghentikan penghitungan suara tersebut ditanggapi Juru Kampanye Joe Biden, Jen O Malley Dillon, Rabu (4/11/2020).
Dikatakan Jen O Malley Dillon, ancaman Donald Trump menghentikan penghitungan suara pemilu keterlaluan.
Dillon mengatakan tim hukumnya siap untuk mencegah tindakan 'yang belum pernah terjadi sebelumnya' itu.
Baca juga: TRIBUN-MEDAN-WIKI: Menyelisik Tradisi Mandi Berdimbar di Langkat
Baca juga: Aksi Licik Duo Janda, Terekam CCTV Berbuat Dosa di Mal, Curi Susu Demi Anak saat Pandemi Covid-19
"Pernyataan presiden malam ini tentang mencoba untuk menghentikan penghitungan suara yang seharusnya diberikan adalah keterlaluan"
"belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak benar," ujar Dillon dalam keterangannya dilansir Channel News Asia, Rabu (4/11/2020).
"Belum pernah sebelumnya dalam sejarah kita ada presiden Amerika Serikat berusaha untuk melucuti suara orang Amerika dalam pemilihan nasional," imbuhnya seperti dilansir Tribunmedan.com dari Tribunnews.com
Pernyataan juru kampanye Biden disampaikan tak lama setelah Trump memberikan pidatonya di White House.
Trump mengklaim pihaknya memenangkan pemilihan presiden meskipun belum ada kandidat yang mencapai ambang batas suara elektoral.
"Kami ingin semua penghitungan suara berhenti," kata Trump, yang dimaksudkan untuk menghentikan penghitungan suara via pos.
Adapun penghitungan suara di sejumlah negara bagian yang menjadi medan pertempuran suara masih berlangsung ketika Trump menyampaikan klaimnya.
Antara lain seperti negara bagian Georgia, Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin.
Biden telah lama memperingatkan bahwa Trump berusaha untuk mengurangi integritas dalam pemungutan suara via pos yang melonjak tahun ini.
Mengingat kekhawatiran kesehatan tentang secara langsung pergi ke tempat pemungutan suara selama pandemi virus corona.
"Setelah mendorong upaya Partai Republik di banyak negara bagian untuk mencegah penghitungan sah surat suara ini sebelum hari pemilihan"
"sekarang Donald Trump mengatakan bahwa surat suara ini juga tidak dapat dihitung setelah hari pemilihan," kata Dillon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-donald-trump-dan-lawannya-di-pemilu-2020-mantan-wakil-presiden-joe-biden.jpg)