Trump Minta Hentikan Penghitungan Suara, Juru Kampanye Joe Biden Bereaksi: Keterlaluan

Sejauh ini, Biden memimpin dengan perolehan electoral votes sebanyak 238. Sementara Trump mengejar dengan raihan 213 electoral votes.

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan lawannya di pemilu 2020, mantan Wakil Presiden Joe Biden. 

LINK3>>>

Meski belum ada kepastian siapa yang memenangkan Pilpres AS 2020, Joe Biden mengklaim pihaknya bakal jadi pemenangnya

Dikutip Tribunpalu.com dari CNN, Biden mengklaim dengan kemenangan di Arizona dan beberapa daerah, pihaknya bakal keluar sebagai Presiden pilihan rakyat Amerika

Meski begitu, Biden meminta pendukungnya tetap tenang dan menunggu hasil resminya.

Joe Biden Klaim kemenangannya di Pilpres 2020 (CNN)

"Kami tahu ini (penghitungannya) akan berlangsung lama, jadi sabar" katanya kepada penonton beberapa saat yang lalu di depan Chase Center,Delaware.

Sementara itu, Donald Trump juga tak mau kalah klaim.

Melalui akun Twitter-nya, Trump juga mengklaim kemenangannya.

Dalam cuitannya tersebut, Donald Trump tuding Biden main curang

"Kita menang BESAR, tetapi mereka mencoba MENCURI hasil Pemilu. Kita tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak dapat diberikan setelah Polling ditutup!" ucap Trump

Apakah pemenang nasional pasti jadi Presiden?

Kedua kandidat bersaing untuk memenangi suara dari Electoral College atau Dewan Elektoral.

Setiap negara bagian memiliki jumlah suara electoral college tertentu berdasarkan populasinya.

Mengingat ada 538 suara yang diperebutkan, pemenangnya adalah kandidat yang mendulang 270 suara atau lebih.

Itu artinya para pemilih menentukan persaingan pada tingkat negara bagian, alih-alih tingkat nasional.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved