Trump Minta Hentikan Penghitungan Suara, Juru Kampanye Joe Biden Bereaksi: Keterlaluan

Sejauh ini, Biden memimpin dengan perolehan electoral votes sebanyak 238. Sementara Trump mengejar dengan raihan 213 electoral votes.

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan lawannya di pemilu 2020, mantan Wakil Presiden Joe Biden. 

Trump mencap tabulasi surat suara yang lambat di negara bagian yang menjadi medan pertempuran sebagai 'penipuan'.

Dia juga mengatakan akan pergi ke Mahkamah Agung untuk menolak penghitungan suara.

Namun juru kampanye Biden bersikeras bahwa penghitungan suara tak akan berhenti.

"Kami memiliki tim hukum yang siap untuk dikerahkan untuk melawan dan mereka akan menang," kata Dillon.

Sejauh ini, Biden memimpin dengan perolehan electoral votes sebanyak 238. Sementara Trump mengejar dengan raihan 213 electoral votes.

Donald Trump Sebut Ada Kecurangan

Kini masih terus berlangsung penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS), antara Joe Biden dan Donald Trump.

Diketahui, dalam Pilpres AS 2020 tersebut, saat ini perolehan suara Joe Biden dan Donald Trump bersaing ketat.

Untuk sementara ini, Joe Biden ungguli Donald Trump dengan 205 electoral votes per pukul 12.00 WIB.

Hal itu tampak dalam live quick count atau hitung cepat yang disajikan website CNN, Rabu (4/11/2020) ini.

Sementara itu, Biden Trump mengumpulkan 114 electoral votes.

Bila ingin terpilih menjadi presiden Amerika Serikat pada periode kali ini, mereka minimal harus mendapatkan 270 electoral votes atau separuh dari electoral votes yang ada.

Link quick count

LINK 1>>>

LINK 2>>>

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved