Update Pilkada di Sumut 3 Oktober 2020

KPK Pantau Proses Kampanye Pasangan Calon, Antisipasi Praktik Politik Uang

KPK tidak ingin pasangan calon kepala daerah terjebak dalam praktik politik uang untuk mendulang dukungan dari masakan.

Penulis: Satia | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
DOK. Humas Pemerintah Kota Medan
Pjs Wali Kota Medan Arif Sudarto Trinugroho, saat mengikuti Rakor Analisa Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, di Command Center Balai Kota Medan, Rabu (30/9/2020). 

TRI BUN MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Satgas Korwil I KPK Maruli Tua Manurung tekankan para calon kepala daerah yang mengikuti Pilkada tahun 2020 bersaing dengan benar dan jujur dalam berdemokrasi, Sabtu (3/10/2020).

Dirinya tidak ingin pasangan calon kepala daerah terjebak dalam praktik politik uang untuk mendulang dukungan dari masakan.

Kemudian, kepada para calon kepala daerah incumbent, dirinya berharap potensi-potensi penyelewengan bansos Covid-19 untuk Pilkada menjadi salah satu fokus perhatian dan pengawasan KPK.

"Tentunya kita bersama Pemprov Sumut bersinergi. Potensi-potensi baik itu penyalahgunaan kewenangan, korupsi, politik uang diharapkan dipantau bersama. Untuk lingkungan ASN bisa dengan memaksimalkan pengawasan inspektorat, serta Pjs yang ditugaskan membantu pengawasan dan netralitas," terang Maruli.

BREAKING NEWS: Ajakan Memilih Kolom Kosong Pilkada Siantar Adalah Sah, Berikut Penjelasan KPU

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah meminta kepada pasangan calon di 23 kabupaten dan kota yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang, dapat bersaing secara sehat dan jujur dalam berdemokrasi.

Dirinya tidak ingin, Pilkada tahun ini dimanfaatkan pasangan calon dengan menganggarkan harta kekayaan, untuk mendapatkan suara rakyat. "Bersaing secara sehat dan jujur di setiap tahapan," katanya.

Selain jujur dalam berdemokrasi, ia juga meminta kepada pasangan calon agar dapat menerapkan protokol kesehatan, dan menyosialisaikan bagaimana pencegahan penyebaran virus.

Jelang Pilkada 2020, Bawaslu Sumut Ingatkan Masyarakat Antisipasi E-money Secara Daring

Dirinya beharap, sewaktu berkampanye para pasangan calon tidak membawa masa terlalu banyak, yang ditakutkan dapat menambahkan jumlah kasus positif Covid-19. "Khususnya saat ini sudah memasuki kampanye, taati protokol kesehatan karena Pilkada saat ini berlangsung di masa pandemi," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Ijeck ini, juga meminta kepada para calon incumbent atau petahana tidak sekalipun memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk mendulang dukungan. Tidak menutup kemungkinan, para petahana dapat memanfaatkan bantuan kepada masyarakat untuk mendulang dukungan.

Ijeck berharap, para pasangan calon tidak melakukan praktik politik uang, yang sudah jelas melanggar hukum. "Kemudian, tentunya tidak melakukan praktik-praktik melanggar hukum seperti korupsi dan politik uang," ujarnya.(wen/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved