Terlilit Utang China, Australia Meradang Pengaruhnya Mulai Diambil Alih di Timor Leste
Namun, tampaknya hubungan Australia mulai renggang dari Timor Leste, karena mereka belakangan lebih memilih untuk meminta bantuan ke China.
TRI BUN-MEDAN.com - Sudah bukan rahasia lagi jika Australia memang sangat menginginkan kekayaan alam Timor Leste.
Menurut The Strategist, kemerdekaan Timor Leste tak lepas dari capur tangan Australia, dam setelah mereka Timor Leste terus didekati oleh Australia.
Salah satu yang sangat diinginkan adalah, batas laut yang kaya akan sumber minyak, yang telah lama diambil oleh negeri kangguru tersebut.
Dengan lepasnya Timor Leste dari Indonesia, akan membuatnya semakin mengandalikan ladang minyak tersebut.
Namun, tampaknya hubungan Australia mulai renggang dari Timor Leste, karena mereka belakangan lebih memilih untuk meminta bantuan ke China.
Mantan Perdana Menteri Timor Leste, Mari Alkatiri yang merupakan salah satu tokoh kunci mereka menyambut baik investasi dari China.
Menukil The Sydney Morning Herald dan The Age, ada rencana dari pemerintah untuk mengembangkan proyek minyak dan gas Greater Sunrise, sebagai bagian dari proyek Tasi Mane.
Untuk menggarap proyek besar itu, Timor Leste ternyata lebih memilih China ketimbang Australia.
Greater Sunrise memiliki sekitar 50 miliar dollar AS minyak dan gas dengan Australia yang kemungkinan akan menguasai 30% ladang itu setelah perselisihan berkepanjangan atas batas lautan.
Timor Gap, perusahaan milik Timor Leste hanya memiliki 56% Greater Sunrise, sedang berupaya untuk mengumpulkan pendanaan untuk proyek tersebut.
Melalui proyek Tasi Mane, di Greater Sunrise adalah proyek menjanjikan untuk mengubah nasib negeri itu keluar dari kemiskinan.
Namun, lebih dari 1 dekade tertunda, akibat sengketa batas laut dengan Australia.
Alkatiri prihatin, karena sebelumnya negaranya hanya bergantung pada satu negara yaitu Australia.
"Bagi saya pendanaan yang datang dari Australia dan China, kedua sisi itu lebih baik," katanya.
Canberra sendiri semakin khawatir dengan pengaruh China yang semakin tumbuh sebagai kekuatan ekonomi di seluruh Asia Tenggara, Pasifik, dan negara kecil seperti Papua Nugini, Solomon dan Vanuatu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/201410101817255_b.jpg)