Pekan Depan Pintu Masuk ke Nias Resmi Disekat, Gubernur Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi
Pemprov Sumut saat ini tengah mempersiapkan lokasi isolasi bagi mereka yang terindikasi terpapar Covid-19 di Nias
Sejumlah pihak menilai, kenaikan angka corona di Nias tak terlepas dari adanya pendatang, atau warga Nias yang pulang kampung setelah berkunjung dari kota transmisi Covid-19.
Berdasarkan informasi terakhir, jumlah kasus positif di Nias mencapai 106 orang.
• TANGGAPAN LION Air, Gubernur Edy Rahmayadi Usul Hentikan Sementara Penerbangan ke Nias
Perhatikan Masalah Ekonomi
Anggota DPRD Sumut Daerah Pemilihan (Dapil) Nias Pendeta Berkat Laoly meminta pemerintah daerah memperhatikan perekonomian masyarakat jika ingin melakukan penyekatan terhadap Kepulauan Nias.
Kemudian, Berkat meminta pemda benar-benar memastikan ketersediaan bahan pangan selama penyekatan.
• Selain Mengisolasi Pulau Nias, Edy Rahmayadi Juga Akan Menutup Tempat Hiburan Malam di 3 Daerah Ini
"Yang harus diperhatikan pemerintah Sumut adalah langkah bijak untuk melindungi kepentingan masyarakat umum.
Perekonomian, bagaimana hidupnya, bahan pangan, dan bagaimana perhatian kepada masyarakat," kata Berkat.
Kemudian, Berkat juga berharap Pemprov Sumut bisa membantu menyediakan alat pemeriksa dengan metode PCR di Kepulauan Nias.
Sebab, kata Berkat, rumah sakit yang ada di Nias masih berkapasitas Tes Cepat Molekuler (TCM).
"Pemerintah harus menyediakan alat kesehatan, terutama alat swab PCR.
Saat ini yang ada di kepulauan Nias TCM.
Dan tidak mampu untuk memeriksakan masyarakat yang ada di sana," ungkapnya.
• Bunuh dan Cabuli Bocah Perempuan 8 Tahun di Riau, MH (24) Kabur ke Nias, Berhasil Ditangkap Polisi
Selanjutnya, ia meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk segera mengirimkan tenaga kesehatan profesional ke Kepulauan Nias, agar dapat memeriksakan warga yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
Sementara itu, anggota DPRD Sumut lainnya dari Dapil Nias Thomas Dachi menolak kebijakan Gubernur Edy Rahmayadi.
"Mohon dikaji ulang, kalau akses transportasi itu ditutup dari dan ke Nias, bisa mati ekonomi masyarakat di sana. Saya tidak setuju itu," ujarnya.
• HUT Ke-75 RI, PLN UIW Sumut Resmikan Listrik di Tujuh Desa di Nias
Politisi dari Gerinda ini mengatakan, langkah yang paling tepat untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan memperketat protokol kesehatan masyarakat sebagaimana yang dilakukan di daerah lain, termasuk di Kota Medan.
Ditambahkan Thomas, Nias belum bisa hidup secara mandiri, karena masih tergantung dengan daerah sekitarnya terkait kebutuhan pokok hidup mereka.(wen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tito-di-nias.jpg)