Pekan Depan Pintu Masuk ke Nias Resmi Disekat, Gubernur Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi

Pemprov Sumut saat ini tengah mempersiapkan lokasi isolasi bagi mereka yang terindikasi terpapar Covid-19 di Nias

Editor: Array A Argus
Puspen Kemendagri
Menteri Dalam Negeri Prof.H.M. Tito Karnavian, Ph.D menerima Gelar Kehormatan Tuha Gari Sifaoma Bawa dari Tokoh Adat Nias yang berarti Pemimpin yang Besar dan Tegas. 

"Orang yang berasal dari nias juga kita sekat, kita melakukan rapid tes dan swab sampai mendapatkan hasilnya.

Kita siapkan tempat kepada mereka," katanya.

90 Warga Positif Corona, Gubernur Edy Rahmayadi Minta Izin Menko Luhut Tutup Akses Masuk Pulau Nias

Kemudian, sambung Edy, dia juga meminta kepada pemerintah seluruh wilayah Kepulauan Nias untuk tidak mencampurkan pasien terpapar Covid-19 di puskesmas.

Perihal ini dimintakannya agar tidak ada pertambahan jumlah orang terpapar pandemi Covid-19.

"Puskesmas tidak merawat orang yang terpapar Covid-19," tegas Edy.

Disinggung lebih lanjut mengenai kesiapan rumah sakit, mantan Pangdam I/Bukit Barisan ini mengatakan bahwa rumah sakit di Nias hanya memiliki alat pemeriksa TCM, bukan PCR atau swab.

Seiring berjalannya waktu, dia pun sudah mengajukan pengadaan alat PCR kepada pemerintah pusat.

"(alat rapid dan swab) sudah dikirim hari ini," kata Edy.

Adapun alat rapid test yang dikirim ke Nias itu berjumlah 1.875. Dia berharap, setelah alat rapid test ini sampai ke Nias, tenaga medis dan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Nias dapat memanfaatkannya secara baik demi kepentingan masyarakat luas.

Katanya, pemeriksaan terhadap masyarakat yang mungkin saja pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19,

atau yang patut diduga sudah terpapar perlu dilakukan secepat mungkin dalam rangka menekan penyebaran corona semakin luas.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut Alwi Mujahit mengatakan, alat swab yang dikirim ke Nias itu memiliki kelebihan tersendiri, khususnya menyangkut akurasi.

Rumah Adat Nias
Rumah Adat Nias (TRIBUN MEDAN / ist)

"Jadi alat ini lebih tepat akurasinya, bukan berarti kita tidak pakai yang lain, kita juga sediakan, untuk melakukan pemeriksaan bagi warga yang diduga terpapar," jelasnya.

Dirinya beharap, 1.875 alat rapid ini dapat mencukupi sementara pemeriksaan kepada warga di Kepulauan Nias, demi antisipasi pencegahan penyebaran wabah.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu terakhir angka kasus positif Covid-19 di Nias menanjak secara signifikan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved