Ratusan Kios di Parapat Dibongkar, Pedagang Suvenir Danau Toba Keluhkan Tempat Relokasi Becek
Sejumlah pedagang suvenir dan oleh-oleh khas Danau Toba di Kelurahan Tiga Raja, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
"Kalau ada warga menolak mungkin karena belum memahami aja. Warga menolak karena mungkin gak di tempat biasa," katanya lagi.
Ia menegaskan, trotoar yang merupakan tempat pedagang bertahun-tahun mencari nafkah akan permanen dimanfaatkan sebagai trotoar terbuka.
"Enggak, gak bisa. Trotoar itu untuk pejalan kaki. Dan selamanya," terang Eva.
Adapun terkait relokasi yang dinilai pedagang tidak layak berjualan, Eva menyampaikan akan membenahinya dengan berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun.
Ia menambahkan, ada beberapa hotel yang turut menerima dampak ini untuk mendukung proyek Kementerian PUPR itu.
"Ada beberapa hotel yang kena dampak. Sesuai dengan pekerjaannya. Kalau mereka tidak merelokasi sendiri, mungkin setelah dua hari ke depan kita akan berkordinasi dengan satuan TNI-Polri dan Satpol PP," tutupnya.
(alj/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/lapangan-open-stage-parapat-1.jpg)