Lakalantas Maut di Parapat

Sosok Dua Korban Tewas Kecelakaan Maut di Jalur Alternatif Parapat adalah Santri Ponpes

Telepon genggam milik Aminullah (45) tak henti-hentinya berdering mendapatkan pertanyaan dari sanak keluarga di kampung.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Alija Magribi
LAKALANTAS MAUT DI PARAPAT - Aminullah (45) ayah dari korban meninggal kecelakaan di jalur alternatif Pondok Buluh - Sitahoan, Kabupaten Simalungun saat ditemui di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, Selasa (24/3/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Telepon genggam milik Aminullah (45) tak henti-hentinya berdering mendapatkan pertanyaan dari sanak keluarga di kampung.

Sekitar pukul 17.00 WIB, ia tampak masih terengah-engah dan merasa tak percaya lantaran sang putri, Jihan Meilani (17) menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut di Lingkar Luar Parapat yakni Ruas Pondok Buluh - Sitahoan, Kabupaten Simalungun

Sang putri, Jihan Meilani tewas seusai minibus Toyota Kijang yang ditumpangi ditabrak oleh truk bermuatan baja ringan pada Selasa (24/3/2026) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, truk yang diduga overtonase itu tak sanggup menanjak. Nahas, truk mundur dan menabrak minibus yang ditumpangi Jihan. 

Korban tewas tak Jihan seorang.

Ada Sunarno (50) sang sopir dan sepupu Jihan, Yeni Hafizah Putri (17).

Jenazah ketiganya telah dibawa ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar. 

Adapun korban luka-kuka yakni Sukarno (kakek Jihan Meilani); Watini (Istri Sukarno); dan Fahmi Muhajir Nasution (adik Jihan Meilani). 

"Cerita yang saya dapat itu, truknya gagal nanjak terus mundur dan menghantam mobil kami itu," ucap Aminullah yang tak mampu berbicara lepas. 

Aminullah menyebut bahwa saat kejadian, ia dikabari telah terjadi kecelakaan yang menimpa keluarganya sekitar pukul 14.00 WIB dari sambungan telepon. Ia dan keluarga lain yang saat itu sedang berada di Lubuk Pakam pun sontak mengalihkan perjalanan ke Siantar dan Simalungun. 

Padahal kata Aminullah, tujuan mereka ke Lubukpakam seyogyanya untuk melayat ke rumah keluarga. 

"Dapat kabar itu, saya langsung ke Puskesmas Tigadolok karena dapat info mertua saya dirawat di sana. Kalau yang meninggal tadi saya belum dikasih lihat karena kondisi tubuh anak saya terhimpit kata polisi," cerita Aminullah. 

Aminullah menyebut bahwa sang putri (Jihan Meilani) adalah santri di Pondok Pesantren Tahfidz Quran yang ada di Mahato, Rokan Hulu. 

"Si Jihan dan si Yeni itu masih satu sekolah. Mereka di Ponpes Tahfidz di Mahato. Kalau si Yeni masih keluarga juga dari Mertua saya," kata Aminullah. 

 

(alj/tribun-Medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved