Pupuk Subsidi Selalu 'Hilang' saat Musim Tanam di Sejumlah Kecamatan Deliserdang

Petani di Kabupaten Deliserdang berharap pemerintah daerah lakukan evaluasi terkait kelangkaan pupuk saat musim tanam

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petani memanen padi di persawahan Desa Pematang Johar, Deliserdang, Sabtu (8/2/2020). Bercocok tanam merupakan mata pencaharian warga setempat, dengan areal seluas 100 hektar. 

Yang terupload masih 70 persen di Deliserdang," kata Hasan.

Presiden Tajikistan Desak Petani Tunda Puasa Ramadan: Saya Mendesak Semua Orang yang Bekerja di Ladang
Presiden Tajikistan Desak Petani Tunda Puasa Ramadan: Saya Mendesak Semua Orang yang Bekerja di Ladang (ap/hp (Reuters))

Punya 33.992 Hektare Lahan
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Deliserdang, Hasan Basri Hasibuan mengatakan, saat ini Kabupaten Deliserdang memiliki lahan pertanian seluas33.992 hektare.

Berkaitan dengan pupuk tadi, lanjut Hasan, karena data yang terupload baru 70 persen, tentu berdampak pada berkurangnya jumlah pengiriman pupuk.

Sementara permintaan di lapangan cukup tinggi.

Sekolah Alam Medan Manfaatkan Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kandang dan Biogas Buat Masak

"Kalau sosialisasi sama petani sudah kami lakukan. Kami mengundang pengurus kelompok-kelompok tani itu," kata Hasan.

Ia mengklaim, sejak tahun 2018 lalu, Distan Deliserdang gencar melakukan sosialisasi kepada petani agar segera menyerahkan data yang diminta.

"Intinya seperti itulah penyaluran pupuk bersubsidi sekarang ini, kenapa bisa gitu Kementerian lah yang tahu.

Dulu RDKK manual, tapi sekarang e-RDKK. Makanya kalau tidak ikut kelompok tani, ya tidak bisa (dapat jatah pupuk)," katanya.(dra)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved