Pupuk Subsidi Selalu 'Hilang' saat Musim Tanam di Sejumlah Kecamatan Deliserdang

Petani di Kabupaten Deliserdang berharap pemerintah daerah lakukan evaluasi terkait kelangkaan pupuk saat musim tanam

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Petani memanen padi di persawahan Desa Pematang Johar, Deliserdang, Sabtu (8/2/2020). Bercocok tanam merupakan mata pencaharian warga setempat, dengan areal seluas 100 hektar. 

Makanya harapan kami cuma itu, pupuk subsidi tersedia bagi petani," ujarnya.

Kadis Pertanian Deliserdang, Kamaluddin Ginting yang berulangkali dikonfirmasi Tribun Medan memilih tidak merespon konfirmasi yang dilayangkan kepada dirinya.

Berulangkali dihubungi dan dikirim pesan singkat, Kamaluddin bungkam soal kelangkaan pupuk bersubsidi ini.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Deliserdang, Hasan Basri Hasibuan mengatakan saat ini sudah ada perusahaan yang ditunjuk sebagai penyalur bersubsidi oleh pemerintah pusat. Tahun ini merupakan yang kedua.

"Dahulu, kan pakai RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok) manual.

Sekarang sudah tahun kedua e-RDKK. Kementan dan Kementerian Perdagangan itu mengharuskan seperti itu," katanya.

Hasan bilang, data milik petani harus diupload ke software Kementan.

Limbah Plastik Sisa Pembakaran Bisa untuk Pupuk, Sayudi Berharap Dukungan Pemerintah

"Penguploadan nya ada admin kita di tiap-tiap kecamatan," kata Hasan.

Namun, sambungnya, sebelum mengupload semua data petani, tentu mereka harus mengumpulkan KTP masing-masing anggota kelompok tani.

Selanjutnya, pengurus kelompok tani ini lah yang memberikannya kepada Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

"Kendalanya sekarang ini, petani tidak mau memberikan fotocopy KTP.

Misalnya ada kelompok tani 60 anggotanya, itu 10 yang mau 50 lagi belum kasih," kata Hasan.

Polres Nias Amankan Pupuk Non Subsidi Ilegal, Pemilik Ditangkap

Tidak hanya salinan fotocopy KTP, kelompok tani juga wajib memberikan nama ibu kandung masing-masing petani.

"Nanti selain diberikan pada PPL, bisa juga dikasih ke kios-kios pupuk.

Itulah dasar orang itu berikan pupuk nanti. Jatahnya sedikit saat ini, karena yang mau minta banyak.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved