Sekolah Alam Medan Manfaatkan Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kandang dan Biogas Buat Masak

Sekolah yang berlokasi di Jalan Bunga Wijaya Kusuma No. 23, Medan Selayang, Kota Medan tampaknya bisa menjadi contoh penerapan bio-gas.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Dapur Sekolah Alam Medan yang menyimpan kotoran sapi sebagai Bio-Gas kegiatan anak anak difabel 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekolah yang berlokasi di Jalan Bunga Wijaya Kusuma No. 23, Medan Selayang, Kota Medan tampaknya bisa menjadi contoh penerapan bio-gas.

Ialah Sekolah Alam Medan, yang merupakan sekolah yang berkonsentrasi pada pendidikan anak-anak disabilitas.

Sekolah Alam Medan berdiri sejak tahun 2010 dan didirikan oleh mantan kontraktor Andreas Sukendro yang konsern dengan pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus kala itu.

"Jadi kita melihat di daerah Selayang ini, kan, banyak kotoran sapi. Apalagi di belakang-belakang sekolah kita. Jadi kita manfaatkan untuk Bio-gas. Untuk kegiatan siswa-siswa," ujar Sukendro.

Pria berkacamata ini mengatakan Bio-gas yang ditampung dari warga didiamkan di gudang. Setelah berbentuk lumpur kemudian kotoran dialirkan ke digester.

Kemudian Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran). Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.

Proses ini dapat memakan waktu hingga 14 hari. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan sebagai pupuk kandang/pupuk organik, baik dalam keadaan basah (cair) maupun kering.

"Biogas saat ini menjadi salah satu opsi alternatif dalam pengolahan limbah kotoran peternakan. Limbah kotoran yang tidak diolah dan dibiarkan begitu saja menjadi masalah tersendiri. Fosilnya kan, pemanasan global," katanya.

Di Sekolah Alam Medan, Bio-gas menjadi bermanfaat untuk kegiatan memasak siswa. Seperti membuat kue kering dan goreng-gorengan.

Sukendro mengatakan kue kue karya anak Sekolah Alam Medan dipasarkan ke platform aplikasi android Laukpauk.id.

"Jadi kita pasarkan ke lauk-pauk.id. Masyarakat yang mau mencicipi silakan membeli ke aplikasi," ajaknya.

Selain tempe dan kerajinan tangan dari bahan bekas, Sekolah Alam Medan juga menjual berbagai produk karya anak difabel, diantaranya pupuk, tanaman dan kue-kue yang dimasak menggunakan bio-gas kotoran sapi tetangga. Semuanya diolah higienis dan halal.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved