Jenazah Perawat Positif Covid-19 Ditolak, Suami Ungkap Tiga Anaknya Sempat Trauma Liat Warga

Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal

facebook/@OfficialTRANS7
Joko Wibowo menyampaikan harapannya ke depan terkait peristiwa penolakan jenazah perawat yang menimpa istrinya tersebut, Rabu (15/4/2020). (facebook/@OfficialTRANS7) 

"Saya mendapatkan laporan yang mengejutkan, sekelompok warga Ungaran menolak pemakaman pasien Covid-19. Ini kejadian kesekian kali," ujarnya.

Ia meminta maaf dan mengajak masyarakat agar menunjukkan rasa kemanusiaan yang dimiliki.

Ganjar menegaskan, jenazah korban corona tidak akan menularkan virus.

"Saya tegaskan sekali lagi kalau jenazah itu sudah dikubur, virusnya ikut mati di dalam tanah. Tidak bisa keluar dan menjangkiti warga."

"Majelis ulama pun sudah berfatwa bahwa mengurus jenazah itu wajib hukumnya, sementara menolak jenazah itu dosa," terangnya.

Gubernur Jawa Tengah ini mengimbau agar tak terjadi peristiwa serupa.

"Saya berharap kejadian di Ungaran ini menjadi yang terakhir, jangan lagi ada penolakan jenazah apalagi seorang perawat," imbaunya.

Mewakili masyarakat Jateng, Ganjar lalu meminta maaf kepada para tenaga medis.

"Kepada perawat, dokter, tenaga medis, saya mewakili seluruh warga Jawa Tengah mengharap maaf dari panjenengan semua. Mari berjuang bersama-sama melawan corona," ungkapnya.

"Kalau warga sudah paham, saya yakin semua menerima dan mencegah berkembangnya isu yang tidak benar atau hoaks, yang seringkali ini memecah belah masyarakat," imbuh dia.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenazah Perawat Korban Corona di Semarang Ditolak Warga, Suami Ungkap 3 Anaknya Trauma

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved