Jenazah Perawat Positif Covid-19 Ditolak, Suami Ungkap Tiga Anaknya Sempat Trauma Liat Warga
Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal
Jenazah Perawat Positif Covid-19 Ditolak, Suami Ungkap Tiga Anaknya Sempat Trauma Liat Warga
"Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal," ujar suami dari perawat yang ditolak warga, Joko Wibowo.
TRI BUN-MEDAN.com-Tiga anak perawat positif Covid-19 yang ditolak warga sempat trauma sebab jenazah ibunya dipindahkan pemakamannya. Hal ini disampaikan, Joko Wibowo, suami dari perawat tersebut.
Karena itu, Joko berusaha memberi pengertian kepada ketiga anaknya, jika semua manusia pasti akan meninggal.
"Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal," ujarnya dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (16/4/2020).
"Tapi saya sebagai orang tua harus tetap terus mengedukasi, sehingga bisa menerima bahwa manusia itu hanyalah sekadar hidup di dunia ini, Tuhan yang menentukan. Akhirnya anak-anak bisa menerima," tambahnya.
Najwa Shihab yang menjadi pembawa acara Mata Najwa lalu meminta Joko untuk menyampaikan harapan kepada pemerintah ataupun kepada masyarakat.
Suami dari almarhumah perawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kariadi Semarang itu berharap, perisiwa penolakan jenazah tak akan terulang kembali.
Ia merasakan sendiri bagaimana rasanya sebagai pihak keluarga dari korban penolakan.
"Mudah-mudahan ini yang terakhir, yang terjadi pada istri saya. Karena memang benar rasanya pahit, rasanya getir melihat penolakan seperti itu," ungkapnya.
Sementara itu, ia tak ingin ketiga anaknya dikucilkan oleh masyarakat dan teman-temannya di sekolah.
"Saya berharap di kemudian hari, anak-anak kami juga intinya tidak diisolasikan oleh penduduk lagi."
"Anak-anak ini masih kecil, nanti ketika dia masuk sekolah jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, dikucilkan oleh teman-temannya," ujar dia.
Joko juga berharap, dirinya bisa memberikan pendidikan bagi ketiga anaknya, meski ditinggal oleh sang istri.
"Mudah-mudahan anak-anak saya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik tanpa ibu di sampingnya," imbuh Joko.
Ganjar Minta Maaf
Sebelumnya, melalui IGTV akun Instagramnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku mendapatkan laporan soal warga yang menolak pemakaman perawat korban virus corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/joko-wibowo-menyampaikan-harapannya-_virus-corona_suami-perawat.jpg)