Jenazah Perawat Positif Covid-19 Ditolak, Suami Ungkap Tiga Anaknya Sempat Trauma Liat Warga

Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal

facebook/@OfficialTRANS7
Joko Wibowo menyampaikan harapannya ke depan terkait peristiwa penolakan jenazah perawat yang menimpa istrinya tersebut, Rabu (15/4/2020). (facebook/@OfficialTRANS7) 

Jenazah Perawat Positif Covid-19 Ditolak, Suami Ungkap Tiga Anaknya Sempat Trauma Liat  Warga 

"Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal," ujar suami dari perawat yang ditolak warga, Joko Wibowo.  

TRI BUN-MEDAN.com-Tiga anak perawat positif Covid-19 yang ditolak warga sempat trauma sebab jenazah ibunya dipindahkan pemakamannya. Hal ini disampaikan, Joko Wibowo, suami dari perawat tersebut. 

Karena itu, Joko berusaha memberi pengertian kepada ketiga anaknya, jika semua manusia pasti akan meninggal.

"Awalnya tentu stres, trauma, melihat ibunya seperti itu. Sudah merawat pasien sampai dia mengorbankan diri meninggal," ujarnya dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Kamis (16/4/2020). 

"Tapi saya sebagai orang tua harus tetap terus mengedukasi, sehingga bisa menerima bahwa manusia itu hanyalah sekadar hidup di dunia ini, Tuhan yang menentukan. Akhirnya anak-anak bisa menerima," tambahnya. 

Najwa Shihab yang menjadi pembawa acara Mata Najwa lalu meminta Joko untuk menyampaikan harapan kepada pemerintah ataupun kepada masyarakat.

Suami dari almarhumah perawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kariadi Semarang itu berharap, perisiwa penolakan jenazah tak akan terulang kembali.

joko wibowo
Joko Wibowo, suami dari jenazah perawat yang pemakamannya ditolak di Semarang.

Ia merasakan sendiri bagaimana rasanya sebagai pihak keluarga dari korban penolakan.

"Mudah-mudahan ini yang terakhir, yang terjadi pada istri saya. Karena memang benar rasanya pahit, rasanya getir melihat penolakan seperti itu," ungkapnya.

Sementara itu, ia tak ingin ketiga anaknya dikucilkan oleh masyarakat dan teman-temannya di sekolah.

"Saya berharap di kemudian hari, anak-anak kami juga intinya tidak diisolasikan oleh penduduk lagi."

"Anak-anak ini masih kecil, nanti ketika dia masuk sekolah jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, dikucilkan oleh teman-temannya," ujar dia.

Joko juga berharap, dirinya bisa memberikan pendidikan bagi ketiga anaknya, meski ditinggal oleh sang istri.

"Mudah-mudahan anak-anak saya dapat melanjutkan pendidikan yang lebih baik tanpa ibu di sampingnya," imbuh Joko.

Ganjar Minta Maaf

Sebelumnya, melalui IGTV akun Instagramnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku mendapatkan laporan soal warga yang menolak pemakaman perawat korban virus corona.

"Saya mendapatkan laporan yang mengejutkan, sekelompok warga Ungaran menolak pemakaman pasien Covid-19. Ini kejadian kesekian kali," ujarnya.

Ia meminta maaf dan mengajak masyarakat agar menunjukkan rasa kemanusiaan yang dimiliki.

Ganjar menegaskan, jenazah korban corona tidak akan menularkan virus.

"Saya tegaskan sekali lagi kalau jenazah itu sudah dikubur, virusnya ikut mati di dalam tanah. Tidak bisa keluar dan menjangkiti warga."

"Majelis ulama pun sudah berfatwa bahwa mengurus jenazah itu wajib hukumnya, sementara menolak jenazah itu dosa," terangnya.

Gubernur Jawa Tengah ini mengimbau agar tak terjadi peristiwa serupa.

"Saya berharap kejadian di Ungaran ini menjadi yang terakhir, jangan lagi ada penolakan jenazah apalagi seorang perawat," imbaunya.

Mewakili masyarakat Jateng, Ganjar lalu meminta maaf kepada para tenaga medis.

"Kepada perawat, dokter, tenaga medis, saya mewakili seluruh warga Jawa Tengah mengharap maaf dari panjenengan semua. Mari berjuang bersama-sama melawan corona," ungkapnya.

"Kalau warga sudah paham, saya yakin semua menerima dan mencegah berkembangnya isu yang tidak benar atau hoaks, yang seringkali ini memecah belah masyarakat," imbuh dia.

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jenazah Perawat Korban Corona di Semarang Ditolak Warga, Suami Ungkap 3 Anaknya Trauma

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved