Petani Sayur di Tanahkaro Cuma Bisa Gigit Jari Sejak Virus Corona Merebak

Penyebaran virus Corona di Indonesia turut membawa dampak buruk bagi para petani di Tanahkaro

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Aktivitas petani yang menjual hasil kebunnya ke pengepul sayur mayur di Pasar Roga, Jalan Jamin Ginting, Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (1/4/2020). 

Ia menjelaskan, memang proses seperti ini membutuhkan biaya yang lebih tinggi.

Tapi demi kesehatan bersama, tak salah rasanya cara ini dilakukan.

CARA Mengajukan Listrik Gratis Selama Corona Menggila di Indonesia, Mudah Token Jangan Sampai Hilang

"Walaupun nanti beda-beda sedikit hargaya, kan tidak apa-apa.

Lebih baik kita berkorban sedikit biaya dari pada harus mengambil resiko," kata Martin.

Saat ditanya mengenai pembatasan kendaraan-kendaraan yang membawa sayur dari Tanahkaro, Martin menyebut pihaknya belum melakukan itu.

Katanya, kebijakan tersebut tidak bisa diputuskan secara tergesa-gesa.

TERUNGKAP Fakta 300 Siswa Setukpa Terinfeksi Virus Corona, Proses Belajar Terpaksa Dihentikan

"Semuanya masih normal. Untuk imbauan sosial distancing juga untuk semua masyarakat kami minta saling menjaga di semua tempat, tak hanya di pasar saja," ucapnya.

Martin menyebutkan, untuk saat ini masyarakat diminta tetap mengikuti arahan dari pihak yang bekompeten.

Karena jika nantinya masyarakat terlalu berani mengambil resiko, maka akan menimbulkan dampak yang lebih parah.

6 Gejala Infeksi Virus Corona yang Tidak Biasa, Lelah Tanpa Alasan hingga Kebingungan Parah

"Apa boleh buat, kita sekarang memang harus saling menjaga.

Memang tidak bisa seperti biasanya, tapi kalau kita tidak disiplin maka akan lebih parah lagi.

Marilah sama-sama kita sikapi dengan bijak," pungkasnya.(cr4)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved