Petani Sayur di Tanahkaro Cuma Bisa Gigit Jari Sejak Virus Corona Merebak
Penyebaran virus Corona di Indonesia turut membawa dampak buruk bagi para petani di Tanahkaro
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Array A Argus
Dari Kota Medan sana sudah sepi permintaan," ungkap Ginting.
• Aktor Star Wars Meninggal karena Terjangkit Corona, Tak Bisa Bertemu Istri hingga saat Terakhir
Ia berharap, ada solusi dari pemerintah daerah mengenai persoalan ini.
Sebab, jika kondisi ini berlarut-larut, tidak tertutup kemungkinan banyak petani yang bakal gulung tikar.
"Harapannya semoga kondisi ini bisa berlalu lah," pungkas Ginting.
Meski permintaan sayur di sejumlah daerah menurun drastis, aktivitas di Pasar Roga, Desa Rumah Berstagi, Kecamatan Berastagi masih ramai.
Mulai dari petani, pengepul hingga pengecer terlihat sibuk melakukan aktivitas jual beli di lokasi.
• KABAR Terbaru Corona di Indonesia - 1.677 Kasus dan Daftar Lengkap Wilayah Sebaran
Tidak hanya berdampak pada petani saja.
Kondisi merebaknya virus Corona ini juga membawa dampak bagi pengusaha angkutan.
Seperti yang dirasakan Candra Ginting.
Katanya, karena permintaan sayur dari Kota Medan menurun, otomatis operasional pengiriman juga dibatasi.
• Diimbau Belajar di Rumah Hindari Corona, Pelajar Ini Malah Berzina tanpa Busana, Alasannya Buat PR
"Saya ini kan biasa ngantar sayur ke kawasan Jalan Pancing Medan sana.
Jadi karena permintaan sayur ini turun, aktivitas pengiriman juga ikut berdampak," kata Candra.
Biasanya, sambung Candra, sebelum virus Corona ini merebak, angkutannya bisa mengantar tiga ton sayur.
Tapi sekarang, dapat dua ton saja sudah lumayan.
• KABAR BAIK: 2 Peneliti Indonesia Temukan Suplemen Nitrico untuk Membantu Tubuh Melawan Virus Corona
"Pengiriman ini kan tergantung juga sama pemesan di Medan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasar-sayur-berastagi.jpg)