Virus Corona
Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem
Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem
Sumber ini tidak ingin disebutkan namanya, karena takut ada penangkapan dari aparat keamanan Iran.
Kepala Behesht-e Masoumeh, Ali Ramezani menilai bahwa pengujian virus membutuhkan waktu yang lama.
Sehingga, penguburan terlambat dan menyebabkan tumpukan mayat-mayat di ruangan tersebut.
"Apa yang kita lakukan adalah, bagaimana mengatur penguburan dari mayat terinfeksi corona dengan mayat yang tidak."
"Sebab aturan penguburannya berbeda," jelas Ramezani.
Bahkan, menurutnya para keluarga yang ditinggalkan lebih senang bila jasad itu dibiarkan satu atau dua hari sampai hasil tes keluar.
"Jika hasilnya negatif, maka tidak perlu dirawat dengan panduan khusus corona."
"Keluarga bisa menguburkan almarhum sesuai dengan rencana mereka," tambahnya.
Sampai berita ini diturunkan, Iran sudah mengantongi sebanyak 3.513 kasus infeksi.
Iran menduduki posisi ke-4 kasus infeksi terbesar di dunia.
Sementara itu, angka kematiannya mencapai 108 jiwa. (*)
• Diduga Sakit Jantung, Bapak 5 Anak Ditemukan Meninggal di dekat Bongkol Kayu
• Rencana Lyodra Ginting Pindah Sekolah ke Jakarta hingga Foto Mesra Lyodra dengan Kekasih
Artikel ini telah tayang di Tribun Style dengan judul "Korban Tewas Virus Corona di Iran Dimandikan Menggunakan Kalsium Oksida agar Tidak Mencemari Tanah" dan kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gara-gara-virus-corona-israel-dan-palestina-kompak-tolak-warga-asing-hingga-tutup-gereja-betlehem.jpg)