Virus Corona

Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem

Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem

Editor: Salomo Tarigan
MUSSA ISSA QAWASMA/REUTERS via kompas
Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem. FOto: pekerja memakai pakaian pelindung untuk membersihkan Gereja Betlehem dengan disinfektan 

Sekolah, universitas, dan masjid di Betlehem juga ditutup pada Kamis, dan Marathon Palestina yang dijadwalkan pada 27 Maret, ditunda.

Rencana Lyodra Ginting Pindah Sekolah ke Jakarta hingga Foto Mesra Lyodra dengan Kekasih

Jadwal Pertandingan Liga 1 Persib vs Arema FC, Pelatih Mario Gomez Mainkan Oh In Kyun (Mantan Persib

COGAT, badan Israel yang bertanggung jawab atas kegiatan sipil di wilayah Palestina, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan otoritas Palestina untuk membendung penyebaran virus.

Menurut data dari AFP, Israel sejauh ini memiliki 16 kasus virus corona, dan telah menerapkan aturan-aturan tegas dalam upaya menahan penyebaran Covid-19.

Israel juga membatalkan latihan militer bersama Amerika Serikat (AS) di Jerman.

Tentara Israel mengumumkan bahwa mulai Jumat siang semua pasukan akan dicegah meninggalkan Israel, baik dalam perjalanan pribadi atau bertugas.

(*)

Jenazah Korban Tewas Virus Corona di Iran Dimandikan Pakai Kalsium Oksida

TRI BUN-MEDAN.com - Beberapa waktu lalu, tersebar sebuah video kamar mayat yang berisi tumpukan jasad terbungkus kantong hitam di Iran.

Menurut keterangan pria yang ada di video, mayat-mayat itu merupakan korban jiwa Covid-19 yang berada di Iran.

Pada video juga terlihat beberapa petugas kamar mayat berlalu-lalang dan berpakaian hazmat.

Tempat tersebut merupakan kamar mayat di dalam Behesht-e Masoumeh di Kota Qom, Iran.

Tampak sejumlah mayat yang ditaruh di atas kasur troli dan selebihnya ada di lantai.

 Di Tengah Bencana Wabah Corona, Perusahaan Ini Tangguk Untung Besar dan Lahirkan Miliarder Baru

Di dalam video itu ada terjemahan Bahasa Inggris yang menerangkan para jenazah itu adalah korban jiwa dari Covid-19 di Iran.

"Saya merekam ini pada Selasa (3/3/2020).

Mereka mencuci mayat di pagi hari, tapi jumlah yang harus dikerjakan sangat besar."

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved