Virus Corona

Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem

Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem

Editor: Salomo Tarigan
MUSSA ISSA QAWASMA/REUTERS via kompas
Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem. FOto: pekerja memakai pakaian pelindung untuk membersihkan Gereja Betlehem dengan disinfektan 

Gara-gara Virus Corona, Israel dan Palestina Kompak, Tolak Warga Asing hingga Tutup Gereja Betlehem

TRI BUN-MEDAN.com - Israel dan Palestina menunjukkan kekompakan untuk melawan virus corona.

Israel telah mengunci akses ke kota Betlehem, sedangkan Palestina menutup Gereja Betlehem selama dua minggu.

Jadwal Pertandingan Liga 1 Persib vs Arema FC, Pelatih Mario Gomez Mainkan Oh In Kyun (Mantan Persib

Gereja yang dibangun di tempat kelahiran Yesus ini ditutup pada Kamis (5/3/2020) dan diperkirakan sampai 20 Maret.

Jadwal Pertandingan Liga 1 Persib vs Arema FC, Pelatih Mario Gomez Mainkan Oh In Kyun (Mantan Persib

"Kami telah memutuskan untuk mencegah masuknya wisatawan dalam jangka waktu 14 hari, dan mengimbau hotel di semua kota untuk tidak menerima warga negara asing," kata Menteri Pariwisata Palestina Rula Maayah pada AFP.

Langkah ini ditempuh setelah pihak berwenang Palestina mengatakan ada sembilan kasus infeksi virus corona di daerah Betlehem di selatan Yerusalem.

Diduga Sakit Jantung, Bapak 5 Anak Ditemukan Meninggal di dekat Bongkol Kayu

Pada Jumat (6/3/2020) diumumkan keadaan darurat 30 hari dan pembatalan pertemuan besar.

Dilansir dari kantor berita AFP, kasus infeksi virus corona di Palestina kini berjumlah 16.

"Semua warga Israel dan Palestina dilarang memasuki atau meninggalkan kota," kata Kementerian Pertahanan Israel dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP.

Kementerian Pertahanan Israel juga memberlakukan koordinasi dengan otoritas Palestina.

Kemudian Perdana Menteri Palestina, Mohammed Shtayyeh, menginstruksikan larangan perjalanan antar-provinsi tanpa izin. Ia mengatakannya di siaran televisi lokal.

 Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan kasus-kasus itu pertama kali terdeteksi di sebuah hotel di daerah Betlehem. Sekarang, semuanya dirawat di karantina.

Baca juga: Palestina Umumkan 7 Kasus Infeksi Virus Corona

Dilansir dari AFP, Kepala Direktorat Kesehatan Setempat, Imad Shahadeh, mengatakan bahwa ada sekelompok wisatawan Yunani yang mengunjungi hotel pada akhir Februari, dan dua di antaranya dinyatakan positif virus corona.

Sejumlah kasus juga telah diidentifikasi di antara pekerja hotel.

Ajang-ajang olahraga akbar dan pertemuan besar lainnya langsung dibatalkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved