RSUP Adam Malik Tak Jadi Laporkan Penyebar Hoaks Virus Corona Wuhan
Manajemen RSUP Adam Malik tidak jadi melaporkan F, warga yang menyebarkan kabar bohong tentang adanya pasien virus corona wuhan.
TRIBUN-MEDAN.com-Manajemen RSUP Adam Malik tidak jadi melaporkan F, warga yang menyebarkan kabar bohong tentang adanya pasien virus corona wuhan atau COVID-19 di rumah sakit itu.
Belakangan, pria yang menggunakan masker tersebut kembali membuat video permohonan maaf terhadap instansi terkait dan kepada masyarakat atas informasi yang tidak benar.
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik memastikan tidak akan melaporkan ke polisi pembuat video hoaks virus corona (COVID-19) berinisial F.
Kasubbag Humas RSUP Haji Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak menjelaskan, hal ini dilakukan rumah sakit milik Kemenkes ini karena tujuan utama mereka adalah menghentikan hoaks virus tersebut.
"Saat ini, masyarakat juga sudah mengetahui bahwa kabar adanya pasien COVID-19 di RSUP Haji Adam Malik tidaklah benar. Ya, sudahlah. Karena tujuan utama kami kan menghentikan hoaks soal COVID-19. Selain itu, dia (pelaku) sudah minta maaf, jadi kami tidak akan menempuh jalur hukum. Karena tujuan utamanya sudah tercapai," ujarnya, Rabu (19/2/2020).
• Permintaan Maaf Penyebar Hoaks Virus Corona Tidak Diterima RSUP Adam Malik
Terkait video permintaan maaf yang direkam pria bermasker tersebut, Rosa menjelaskan pihaknya memang menuntut F agar memiliki itikad baik untuk meminta maaf secara langsung kepada mereka.
"Jadi itu sebagai itikad baik saja dari yang bersangkutan," sebutnya.
Saat ditanya mengenai rencana Polda Sumatera Utara (Sumut) untuk melakukan penyelidikan terkait video hoaks ini, Rosa menyatakan hal ini merupakan wewenang dari kepolisian.
Namun, sebagai warga negara yang baik, sambung Rosa, RSUP Haji Adam Malik akan ikut apa yang ditetapkan oleh Polda Sumut.
"Kami bersedia membantu, namanya sebagai warga negara yang baik kan," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, bahwasanya polisi akan tetap melakukan penyelidikan terkait adanya video hoax virus corona itu.
"Penyelidikan ini dilakukan, walaupun pelakunya sudah menyatakan permintaan maafnya melalui video. Kita tindaklanjuti, ini masih kita selidiki," ujarnya.
Dalam hal ini, lanjut Tatan, pihaknya mengatakan bahwa saat ini penyidik masih mempelajari narasi-narasi yang digunakan oleh pemuda tersebut di video yang beredar luas.
"Kami akan selidiki videonya, narasi-narasi di dalamnya," pungkasnya.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pelaku-pria-penyebar-hoaks-virus-corona-berinisial-f.jpg)