Pasukan Suriah Bergerak ke Perbatasan untuk Membantu Milisi Kurdi Melawan Turki, Ini Ancaman Trump

Pasukan pemerintah Suriah bergerak ke perbatasan Turki setelah menjalin kesepakatan dengan milisi Kurdi

Editor: AbdiTumanggor
AFP/OZAN KOSE
Warga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019. 

Langkah itu dipandang perlu untuk memerangi "teroris" sekaligus menciptakan "kondisi-kondisi yang penting bagi kembalinya pengungsi Suriah ke negara asal mereka".

"Semua persiapan untuk operasi telah rampung," cuit Kementerian Pertahanan Turki.

Belakangan, juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, mengatakan "Departemen Pertahanan telah membuat jelas kepada Turki—dan kepada presiden—bahwa kami tidak mendukung operasi Turki di Suriah Utara."

'Menuju bencana'

Ketua Senat AS, Mitch McConnell, yang merupakan petinggi Partai Republik di Kongres AS, adalah salah seorang politikus yang mengritik keputusan Trump.

Menurutnya, "penarikan pasukan AS dari Suriah hanya akan menguntungkan Rusia, Iran, dan rezim Assad".

McConnell juga mengatakan bahwa mayoritas anggota Senat risau dengan ancaman kelompok milisi Islam di Suriah sehingga mereka mendukung keberadaan pasukan AS di sana. "Kondisi yang menghasilkan keputusan bipartisan masih eksis hingga sekarang."

Lindsey Graham, senator Republik dan sekutu erat Trump, menyebut keputusan Trump "menuju bencana". Graham menekankan dirinya akan mengakukan resolusi di Senat yang menentang keputusan itu dan menuntut agar keputusan ditarik.

Reaksi berbagai individu lainnya:

  • Nikki Haley, mantan duta besar AS untuk PBB, mengatakan suku Kurdi "sangat penting dalam pertempuran yang sukses melawan " ISIS sehingga "meninggalkan mereka untuk mati adalah kesalahan besar".
  • Ketua DPR, Nancy Pelosi, mengatakan presiden "harus menarik balik keputusan yang berbahaya ini". Presiden Trump, menurutnya, "sembrono" dan "salah arah"
  • Kino Gabriel, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah sokongan Kurdi (SDF) - yang menduduki bekas teritori ISIS di timur laut Suriah- mengatakan kepada stasiun televisi berbahasa Arab al-Hadath bahwa langkah Trump merupakan "sebuah kejutan dan kami bisa bilang itu tikaman pada punggung untuk SDF".
  • Brett McGurk, mantan utusan khusus presiden AS untuk koalisi melawan ISIS, mengatakan keputusan Trump menunjukkan "ketidakpahaman sama sekali mengenai apa yang terjadi di lapangan."

Artikel telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Trump ancam akan 'musnahkan ekonomi Turki' terkait rencana operasi militer ke Suriah dan Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Sepakat Bantu Kurdi Hadapi Turki, Pasukan Pemerintah Suriah Bergerak ke Perbatasan

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved