Pasukan Suriah Bergerak ke Perbatasan untuk Membantu Milisi Kurdi Melawan Turki, Ini Ancaman Trump

Pasukan pemerintah Suriah bergerak ke perbatasan Turki setelah menjalin kesepakatan dengan milisi Kurdi

Editor: AbdiTumanggor
AFP/OZAN KOSE
Warga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019. 

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyatakan adalah keputusan pintar AS memilih tidak terlibat dalam operasi militer Ankara di perbatasan.

Setidaknya sekitar 785 orang yang diduga berafiliasi dengan ISIS melarikan diri dari kamp Ain Issa menyusul pemboman dari Turki.

SDF mengatakan, mereka menjaga sekitar 12.000 anggota ISIS di tujuh penjara, dengan 4.000 di antaranya adalah warga asing.

Ancama Donald Trump pada Turki

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam bakal menghancurkan ekonomi Turki jika negara tersebut "melampaui batas" dalam melancarkan operasi militer ke Suriah.

Sebagaimana terungkap pada serangkaian cuitannya, Trump membela keputusannya untuk menarik pasukan AS dari bagian timur laut Suriah sehingga Turki dapat mengerahkan militernya untuk menyerang milisi Kurdi.

Keputusan Trump itu disebut sebuah kelompok Kurdi sebagai "tikaman ke punggung" mengingat milisi Kurdi adalah sekutu utama AS dalam mengalahkan ISIS di Suriah.

Berbagai kalangan juga mengritik keputusan Trump yang dinilai dapat membangkitkan kekuatan ISIS.

Setelah dihujani kritik, Trump mengunggah sederet cuitan. Dalam cuitan-cuitan itu, Trump memperingatkan Turki untuk tidak mengambil keuntungan dari keputusannya—yang bertentangan dengan nasihat para pejabat senior di Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS.

Trump menekankan bahwa dirinya bisa "menghancurkan dan memusnahkan" ekonomi Turki.

https://twitter.com/realDonaldTrump/status/1181232249821388801

Tahun lalu, AS meningkatkan bea masuk pada produk-produk Turki sekaligus menerapkan beragam sanksi terhadap sejumlah petinggi Turki.

Namun, setelah Trump berbincang dengan President Turki, Recep Tayyip Erdogan, Gedung Putih sepakat menarik mundur pasukan AS di Suriah utara.

Trump berkata sudah saatnya "keluar dari perang tak berkesudahan yang mengada-ada ini, kebanyakan perang suku" dan "Turki, Eropa, Suriah, Iran, Irak, Rusia, dan Kurdi harus menyelesaikan sendiri situasinya".

suriah

Kantor kepresidenan Turki mengatakan Presiden Erdogan dan Presiden Trump telah berbincang melalui telepon mengenai rencana Turki untuk mendirikan "zona aman" di bagian timur laur Suriah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved