Ada Manusia Patung pada Jakarta Travel Fair 2019 yang Digelar di Medan, Memerankan Tokoh Pahlawan

Idris berkesempatan tampil di Jakarta Travel Fair (JTF) yang diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 13 Oktober 2019 di Centre Point, Medan.

TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Manusia patung asal Kota Tua, Idris, saat berperan di Jakarta Travel Fair (JTF) yang diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 13 Oktober 2019 di Centre Point, Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Manusia patung menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kota Tua. Mereka memerankan tokoh pahlawan ataupun tokoh di masa lampau yang dibuat semirip mungkin dari mulai pakaian hingga make up yang melekat di wajahnya.

Manusia patung asal Kota Tua, Idris berkesempatan tampil di Jakarta Travel Fair (JTF) yang diselenggarakan mulai tanggal 9 hingga 13 Oktober 2019 di Centre Point, Medan.

"Kita tergabung dalam satu komunitas namanya Seni Karakter Kota Tua, anggotanya para seniman kota. Patung itu tampil setiap hari tampil di Kota Tua, jumlah anggota itu ada 50 orang dan tidak memungkinkan 50 orang untuk tampil bersama maka dibagi dua jadwal dari pagi sampai jam 4 sore sampai jam 10 malam, ada 25 orang setiap tampil," kata Idris, Jumat (11/10/2019) di sela-sela JTF 2019 di Kota Medan.

"Jakarta sedang menggadakan promosi di kota-kota besar di Indonesia, minggu kemaren di Pontianak, minggu lalunya di Samarinda dan sekarang di Medan, nanti minggu depan di Makasar, dan saya juga dilibatkan," ucapnya.

Diakui Idris, karakter manusia patung ini mengandung seputar sejarah, budaya serta baju adat.

"Acara ini Jakarta Travel Fair ini maka saya harus menggambarkan tokoh yang kuat dengan suasana Jakarta, maka tokoh yang saya gunakan ini tokoh betawi, si pitung," katanya.

Baca: Jakarta Travel Fair 2019 Hadirkan Paket Perjalanan Wisata Murah Khusus Warga Medan

Baca: Jakarta Travel Fair 2019, Bentuk Nyata Sinergi Promosi Wisata antara Pemerintah dan Swasta

Baca: Menginap di Hotel Berbintang Mulai Rp 99 Ribu di One Hour Crazy pada Sale JTF 2019

Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Shinta Nindyawati bersama Branch Manager Sriwijaya Air, Yudo Perwakilan Industri Pariwisata, Veronika dan Corporate Comunication Strategic Lion Group, Danang Mandala saat saat press conference Jakarta Travel Fair 2019 di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu (9/10/2019).
Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Shinta Nindyawati bersama Branch Manager Sriwijaya Air, Yudo Perwakilan Industri Pariwisata, Veronika dan Corporate Comunication Strategic Lion Group, Danang Mandala saat saat press conference Jakarta Travel Fair 2019 di Hotel Grand Mercure Medan, Rabu (9/10/2019). (TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA)

Saat berperan sebagai manusia patung, biasanya kesulitan yang dihadapi adalah cuaca baik dalam keadaan panas maupun hujan.

"Kesulitan lebih kepada kami menghadapi cuaca, karena ini di dalam ruangan mal, tidak ada masalah, adem. Tapi di luar ruangan itu cuaca panas, bahkan kalau hujan kita itu kehujanan, dan itu salah satu faktor yang menghambat kita menampilkan seni manusia patung ini," ungkap laki-laki berusia 41 tahun ini.

Selebihnya, kata Idris, untuk kostum, makeup dan berdiri lama itu sudah menjadi hal yang biasa. "Jadi enggak ada masalah kita untuk itu, kostum buat sendiri, makeup juga buat sendiri. Jadi masing-masing kita dituntut untuk berkreasi dari diri sendiri. Tokoh apa yang ingin kita tampilkan, proklamator, Bung Karno, maka kita harus cari tahu, paling tidak ada sedikit riset tentang Bung Karno makanya harus lihat buku, internet, itu yang kita buat mulai dari jasnya dasi, peci, pangkatnya juga harus dibuat seperti gambar tersebut," jelasnya.

Pekerjaan sebagai manusia patung sudah dilakoni Idris sejak 11 tahun yang lalu, akan tetapi khusus untuk tampil di Kota Tua sudah sejak tahun 2012.

"Makeup itu paling lama 30 menit, ketika warna hitam atau warna emas semua itu ya cuma memakan waktu 30 menit. Untuk makeup itu aman, dan yang saya gunakan itu produk kosmetik," kata Idris.

Idris mengaku, daya tarik manusia patung ini untuk wisatawan adalah ketika ia diarahkan untuk posisi diam dan tidak bergerak, dan banyak pengunjung yang datang ke pameran ini terkaget-kaget.

"Kadang saya mau jahil seperti orang lewat saya diam, orang colak colek saya diam. Bahkan orang ngajak ngobrol saya diam, tapi kalau sudah muncul jahilnya akan saya berikan kejutan sedikit dengan gerakan, senyuman atau suara yang bikin kaget," ucapnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Shinta Nindyawati menambahkan JTF 2019 ini merupakan pelaksanaan yang ketujuh kalinya di Kota Medan.

"Ada 36 industri pariwisata yang ikut bersama kami dari Jakarta yang merupakan pelaku-pelaku industri baik dari hotel kemudian ada dari tempat rekreasi dan hiburan kemudian dibantu juga dari maskapai baik dari Lion, Batik maupun Sriwijaya, ada juga travel agent dan usaha transportasi dari Jakarta," ucap Shinta.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved