Kebrutalan KKB Papua - Cerita Eni saat Melihat Suaminya Bersimbah Darah di Kiosnya, Warga Dievakuasi
Kerusuhan Papua - 10.000 Warga Minta Dievakuasi dari Wamena, 2.670 Sudah Diangkut Pakai Hercules
Saat ini, ia memastikan bahwa situasi mulai kondusif. Namun, seluruh aparat masih dalam posisi siaga.
"Aparat stand by 24 jam, semua objek vital kita amankan. Secara umum untuk di kota kondusif, namun kita antisipasi ada aksi susulan," kata Candra.
Sebelumnya, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.
Unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.
Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.
Aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran.
Hal itu berlangsung sekitar 4 jam. Namun, siswa demonstran tetap bertahan dan semakin membuat kerusuhan
Menurut Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, suara tembakan terdengar di mana-mana selama 3 jam.
John Roy menyebutkan, sebagian warga panik karena kehilangan anggota keluarga.
Selain itu, semua warga di kota itu sudah mengungsi ke kantor polisi dan Kodim.
Massa yang berunjuk rasa berusaha merangsek masuk ke pusat bisnis Wamena.
Namun, mereka segera dihadang aparat kepolisian. Wamena merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.
Kota ini merupakan satu-satunya yang terbesar di pegunungan tengah Papua.
Sejak Rabu (25/9/2019), total korban meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena, Papua tercatat menjadi 32 orang, satu di antaranya seorang dokter.
Selain itu, ada 75 orang yang mengalami luka-luka.
Kemudian 80 kendaraan roda empat, 30 kendaraan roda dua, 150 rumah dan pertokoan, serta 5 perkantoran hangus terbakar. (*)
Baca: Pengorbanan Dokter Soeko (53) Tinggalkan Keluarga di Jogja dan Rela Bertugas hingga Tewas di Papua
Baca: Benny Wenda Diusir dari Sidang Umum PBB Usai Pamer Klaim Petisi 1,8 Juta Warga Papua di Twitter
Baca: UPDATE WAMENA RUSUH, 30 Orang Tewas, Perantau Eksodus, Gubernur Papua Tegaskan Final Papua NKRI
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10.000 Orang Mendaftar untuk Dievakuasi dari Wamena"Dan dengan judul: Istri Korban Penembakan KKB Tak Sangka Suara yang Ia Dengar Tewaskan Suaminya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengungsi-wamena-papua.jpg)