TERUNGKAP Jaringan ISIS Sel Papua Rencanakan Aksi Pengeboman Polres Manokwari, Ini Kata Mabes Polri

Mabes Polri mengungkap fakta lain soal aksi kerusuhan di Papua. Kepolisian menyebut adanya kelompok teroris jaringan ISIS yang beroperasi di Papua.

Editor: Juang Naibaho
KOMPAS.com/Devina Halim
Fakta Baru Siswa Pakai Mobil Fortuner Ugal-ugalan Sempat Dikabarkan Plat Polisi Palsu, Ternyata Asli. Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo 

Namun, masyarakat diminta untuk percaya bahwa proses penegakan hukum akan dilakukan oleh aparat keamanan.

Ketua DPR Papua Yunus Wonda menyerukan agar semua kalangan bisa saling memaafkan dan mulai membangun kembali kehidupannya masing-masing dalam satu kesatuan.

"Di manapun kita berada, di pegunungan, di pesisir dan di pelosok yang jauh, mari kita saling menghargai dan menghormati apa yang telah kita sepakati. Kita harus menciptakan posisi Papua seperti semula," kata Yunus.

"Ini saatnya untuk saling memaafkan, konsolidasi harus terus dilaksanakan, semua pemimpin, semua orang harus menyerukan bahwa hidup damai sangat penting," kata Yunus.

Papua sebagai miniatur Indonesia kembali didengungkan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Menurut dia, selama ini seluruh komponen masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda bisa hidup berdampingan secara harmonis.

Lukas menegaskan bahwa hal tersebut harus dirajut kembali dengan langkah awal, yakni saling memaafkan.

"Kita harapkan orang Papua harus damai di tanahnya sendiri. Kita tunjukan perdamaian yang selama ini kita pertahankan, menjaga kesatuan dari berbagai suku, budaya dan agama, kita harus tetap bersatu menjaga NKRI," tutur Lukas.

Baca: Pria Ini Minta Izin Istri untuk Cabuli Anak Tiri, 2 Tahun Berhubungan Terlarang dan Janji NIkahi

Ganti Rugi Secepatnya

Dampak aksi perusakan, pembakaran dan penjarahan di Kota jayapura pada 29 Agustus 2019 dipastikan telah menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Wali Kota Jayapura benhur Tommy Mano menyebut, perhitungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, nilai kerugian mencapai Rp 54 miliar.

Namun, ganti rugi dipastikan diberikan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial atau Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB), dan juga pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Hal itu diamini oleh Gubernur Papua Lukas Enembe yang menyatakan bahwa Pemprov Papua sudah mengalokasikan anggaran untuk mengganti kerugian material akibat kejadian tersebut.

"Kita sudah anggarkan Rp 28 miliar, baik untuk yang korban atau membantu memperbaiki dan membangun rumah kembali," ujar Lukas.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kelompok Teroris Jaringan ISIS di Papua Sempat Rencanakan Bom Polres Manokwari

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved