Dari Luar Negeri, Dua Sosok Ini Sulut Gejolak Papua hingga Berujung Rusuh di Bumi Cenderawasih

Pemerintah sudah memetakan kasus gejolak Papua. Dua di antaranya disebut-sebut melakukan provokasi dari luar negeri untuk menyulut gejolak di Papua.

Editor: Juang Naibaho
KOMPAS.com/ JOHN ROY PURBA
Kondisi salah satu rumah toko (Ruko) di wilayah Dok V Bawah, Distrik Jayapura Utara, yang dijarah dan dibakar massa anarkistis. 

Dari Luar Negeri, Dua Sosok Ini Sulut Gejolak Papua hingga Berujung Rusuh di Bumi Cenderawasih

TRIBUN MEDAN.com - Pemerintah sudah memetakan sejumlah sosok terkait isu Papua. Dua di antaranya disebut-sebut melakukan provokasi dari luar negeri untuk menyulut gejolak di tanah Papua.

Keduanya adalah Benny Wenda, tokoh separatis asal Papua yang diduga menjadi dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat, serta Veronica Koman, wanita asal Medan yang telah menjadi tersangka penyebaran hoaks di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya dan kerusuhan Papua Barat.

Baik Benny Wenda maupun Veronica Koman disebut-sebut menyulut gejolak hingga kerusuhan terkait Papua dari luar negeri.

Keduanya menyebarkan hoaks dan memprovokasi massa lewat akun media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, Benny Wenda ternyata tidak hanya menyebarkan konten hoaks dan provokatif kepada jejaringnya di kawasan Pasifik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Benny juga diduga menyebarkan konten negatif kepada koneksinya di negara Eropa dan Afrika.

"Saudara BW ini boleh dikatakan dia sebagai orang yang memprovokasi, melalui konten-kontennya baik narasi-narasi foto, video, itu yang dia sebar di beberapa koneksinya mereka yang ada di Eropa, kemudian di kawasan Asia Pasifik maupun juga ada sebagian di Afrika," ungkap Dedi di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).

Baca: Motif Pelaku Tega Siram Air Keras Ustaz Hasanuddin Hingga Tewas, Direncanakan 6 Bulan

Baca: Viral Video Suami Secara Brutal Tempeleng Istri Terekam CCTV, Dihajar Saat Menggendong Anak

Ia mengatakan, aparat kepolisian sudah memantau jejak digital serta konten-konten yang disebarkan Benny kepada jejaringnya.

Sementara itu, untuk proses hukum terhadap Benny, Polri tak dapat berbuat banyak. Sebab, Benny merupakan warga negara Inggris dan tempat kejadian perbuatan pidananya berada di London, Inggris, tempat ia bermukim saat ini.

Namun, Dedi mengatakan bahwa pihak Kementerian Luar Negeri yang mengambil langkah untuk menangani hal itu. "Kalau untuk BW, saya rasa Kemenlu sudah melakukan langkah-langkah diplomatik, terkait statement yang bersangkutan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut bahwa tokoh separatis Papua, Benny Wenda, mendalangi kerusuhan di Papua dan Papua Barat.

"Ya jelas toh. Jelas Benny Wenda itu. Dia mobilisasi diplomatik, mobilisasi informasi yang missed, yang enggak benar. Itu yang dia lakukan di Australia, di Inggris," ujar Moeldoko di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca: Polda Sumut Keluarkan Surat Rehabilitasi untuk Feryansyah, Anak Pejabat Sumut yang Positif Narkoba

Moeldoko menilai apa yang dilakukan Benny Wenda merupakan strategi politik. Karena itu, pemerintah juga akan menanganinya secara politis.

Adapun Benny Wenda menampik tudingan sebagai dalang kerusuhan di Bumi Cenderawasih. Ia menyebut demonstrasi berujung rusuh di Papua terjadi secara spontan akibat ketidakadilan yang dirasakan warga Papua selama ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved