Sedang Hamil, BBKSDA Tunda Pelepasan Tapir yang Terjebak di Kolam Lumpur di Desa Bandar Selamat
Selanjutnya tim meminta warga yang semakin banyak berdatangan untuk melihat satwa tersebut agar tidak melakukan tindakan/perbuatan
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Kepala BKSDA Wilayah II Pematangsiantar Seno Pramudita menjelaskan tapir betina dengan bobot sekitar 400 kilogram itu telah dikarantina.
Menurutnya, hewan yang dilindungi itu mengalami luka pada bagian kepala dan leher. Hewan yang memiliki belalai ini juga stres akibat sorakan dari warga yang ramai-ramai menengok sewaktu penangkapan.
"Ada luka di leher dan kepala karena diikat. Ada sedikit goresan di punggung. Proses evakuasi juga banyak yang bersorak-sorak sehingga satwa mengalami stres," ujar Seno di Taman Hewan Siantar, Senin (19/8/2019).
Seno mengungkapkan tapir yang sudah berusia tujuh tahun itu akan dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Dolok Surungan, Kabupaten Toba Samosir.
Baca: Dikejar Warga, Tapir Masuk Lubang di Perkebunan Bandar Selamat Asahan
Baca: VIDEO: Dikira Gajah, Hewan Langka Tapir Seberat 300 Kg Nyungsep ke Perumahan Warga
Menurutnya, tapir biasanya keluar dari habitat akibat pembukaan lahan, pemburuan satwa, adanya jerat, dan mengalami kesakitan.
"Kedepannya, kita lepasliarkan kembali. Minggu ini bisa kita lepaskan kembali. Lokasi tepat masih kami kaji," ujarnya
Seno mengatakan, populasi tapir masih cukup besar di Sumatera Utara.
"Suaka Margasatwa Dolok Surungan memang habitat tapir dan harimau. Kami masih melakukan inventarisir jumlah populasi Tapir," ujarnya.
Seno mengimbau warga yang menemukan tapir langsung menghubungi lembaga konservasi.
"Masyarakat jika menemukan satwa liar yang dilindungi agar menghubungi BKSDA Sumut, baik yang di Siantar, Kisaran, dan Medan. Hubungi call centre. Ini memang termasuk dilindungi dan terancam punah," ujarnya.
Pantauan tribun-medan.com, tapir yang dikirim dari Asahan sudah bergabung dengan tapir penghuni Taman Hewan di Siantar.
Tapir yang sudah ditandai dengan cat warna hijau pada badan itu terlihat mengasingkan diri.
Manager Taman Hewan Siantar Sanda Octavia mengatakan, tapir sudah dirawat oleh dari dokter hewan.
"Kami memiliki alat yang lebih mumpuni. Kami bekerja sama untuk penyelamatan satwa. Ini sebagai tugas konservasi. Kami juga bertanggung jawab untuk penyelamatan di alam liar. Telah kami kasih vitamin, suplemen dan suplai makanan dan terus dipantau dokter hewan," katanya.
(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tapir-yang-diamankan-areal-perkebunan-di-dusun-2.jpg)