Sedang Hamil, BBKSDA Tunda Pelepasan Tapir yang Terjebak di Kolam Lumpur di Desa Bandar Selamat

Selanjutnya tim meminta warga yang semakin banyak berdatangan untuk melihat satwa tersebut agar tidak melakukan tindakan/perbuatan

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN MEDAN/BBKSDA
Sedang Hamil, BBKSDA Tunda Pelepasan Tapir yang Terjebak di Kolam Lumpur di Desa Bandar Selamat. Tapir yang diamankan areal perkebunan di Dusun 2 (paling depan) , Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, masih berada di THPS setelah diketahui dalam kondisi hamil, sehingga ditunda untuk pelepasan di alam liar. 

Sedang Hamil, BBKSDA Tunda Pelepasan Tapir yang Terjebak di Kolam Lumpur di Desa Bandar Selamat

TRIBUN-MEDAN.com- Seekor Tapir (Tapirus indicus) sempat menjadi tontonan saat terperosok di kubangan areal perkebunan di Dusun 2, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan pada Sabtu (17/8/2019).

Hingga kini, Tapir malang itu masih dirawat di Taman Hewan Pematang Siantar (THPS).

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Hotmauli Sianturi saat itu pihaknya melakukan pengecekan dan menemukan satwa Tapir yang sudah terjebak di kubangan dan sudah diikat warga agar tidak kabur.

Selanjutnya tim meminta warga yang semakin banyak berdatangan untuk melihat satwa tersebut agar tidak melakukan tindakan/perbuatan yang dapat melukai maupun membunuh satwa Tapir tersebut.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan keterbatasan petugas dan peralatan di lapangan, Tim berkoordinasi dengan Taman Hewan Pematangsiantar agar dapat membantu melakukan evakuasi Tapir.

Tim Evakuasi dari THPS datang di lokasi sekitar pukul 19.00 WIB dan bersama-sama dengan Tim BBKSDA dan dibantu warga segera melakukan evakuasi Tapir dan selanjutnya dibawa ke THPS untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca: Info Intelijen, Jaringan Internasional Terlibat Aksi Rusuh Papua

Baca: Ruben Onsu Masukkan Betrand Peto ke Sanggar Ananda dan Belajar Akting, Ini Alasannya

Baca: Kasat Reskrim Polrestabes Medan Berjanji dan Minta Waktu Tangkap Begal Loper Koran: Mohon Doanya

"Satwa Tapir yang berhasil dievakuasi diidentifikasi berjenis kelamin betina,
berumur sekitar 7 tahun dalam kondisi masih stress," kata Hotmauli, Senin (2/9/2019).

Seekor Tapir terperosok di kubangan areal perkebunan di Dusun 2, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. Hingga kini, Tapir itu masih dirawat di Taman Hewan Pematang Siantar (THPS).
Seekor Tapir terperosok di kubangan areal perkebunan di Dusun 2, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. Hingga kini, Tapir itu masih dirawat di Taman Hewan Pematang Siantar (THPS). (TRIBUN MEDAN/istimewa)

Hotmauli menuturkan bahwa satwa Tapir dititip sementara di THPS untuk pemulihan kondisi dan perawatan.
Direncanakan satwa ini nantinya akan segera dilepasliarkan kembali ke habitatnya, di Suaka Margasatwa Dolok Surungan yang merupakan habitat asli dari Tapir tersebut, apabila kondisi kesehatannya telah membaik.

Baca: PAPUA TERKINI, Setelah Kantor Gubernur Papua Dijarah, Ini 6 Imbauan Lukas Enembe, Polri Larang 5 Hal

Baca: GEMPA HARI INI-Gempa Bumi 5 SR Guncang Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera

Baca: VIRAL Pernikahan Batal setelah Terbongkarnya Penyamaran Calon Pengantin Pria yang Ternyata Wanita

"Selama dalam perawatan di THPS terdapat beberapa luka di tubuh tapir, yaitu di bagian leher berupa bekas jeratan tali dan bagian punggung belakang akibat proses evakuasi," tuturnya.

"Dalam masa perawatan terlihat tanda tanda kehamilan Tapir dan hasil USG oleh dokter hewan THPS dinyatakan bahwa Tapir hamil. Diperkirakan 3-4 bulan, yang ditunjukkan dengan kantung amnion atau gestation sae yang sudah terbentuk dengan jelas, akan tetapi fetus belum terbentuk dengan sempurna dan masih dalam fase organogenesis," ungkap Hotmauli.

Baca: Remaja Putri 16 Tahun Diperkosa Kekasih dan 5 Teman Pria, Bunuh Diri karena Waswas Video Tersebar

Baca: Suami Pasang CCTV di Rumah, Tak Menyangka Istri Lakukan Hal Ini hingga Berikan Pengakuan Ini

Baca: Dua Anak Bertengkar karena Roti, Ayah Lempar Pisau pada Anaknya yang SMP, Nahasnya Tewas

Baca: Jenis Kelamin Mempelai Pria Terbongkar setelah Diperiksa Bidan, Ternyata Perempuan, Ini Kronologinya

Masih kata Hotmauli, hasil pengecekan tim dokter hewan dari BBKSDA Sumut juga menyatakan bahwa memang terlihat tapir dalam kondisi hamil sehingga mempunyai resiko stress dan aborsi pada saat proses translokasi untuk pelepasliaran ke habitat alamnya.

"Mempertimbangkan kondisi tersebut, maka untuk sementara waktu Tapir tetap dirawat di THPS untuk keselamatannya dan kehamilannya," jelas Hotmauli.

Tapir dari Perkebunan PTPN III akan Dilepasliarkan di Suaka Margasatwa Dolok Surungan

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dengan Lembaga Konservasi Taman Hewan Pematangsiantar tengah merawat tapir yang ditemukan warga di perkebunan PTPN III di Aek Songsongan, Asahan, Sabtu (17/8/2019) lalu.

Kepala BKSDA Wilayah II Pematangsiantar Seno Pramudita menjelaskan tapir betina dengan bobot sekitar 400 kilogram itu telah dikarantina.

Menurutnya, hewan yang dilindungi itu mengalami luka pada bagian kepala dan leher. Hewan yang memiliki belalai ini juga stres akibat sorakan dari warga yang ramai-ramai menengok sewaktu penangkapan.

"Ada luka di leher dan kepala karena diikat. Ada sedikit goresan di punggung. Proses evakuasi juga banyak yang bersorak-sorak sehingga satwa mengalami stres," ujar Seno di Taman Hewan Siantar, Senin (19/8/2019).

Seno mengungkapkan tapir yang sudah berusia tujuh tahun itu akan dilepasliarkan ke Suaka Margasatwa Dolok Surungan, Kabupaten Toba Samosir.

Baca: Dikejar Warga, Tapir Masuk Lubang di Perkebunan Bandar Selamat Asahan

Baca: VIDEO: Dikira Gajah, Hewan Langka Tapir Seberat 300 Kg Nyungsep ke Perumahan Warga

Menurutnya, tapir biasanya keluar dari habitat akibat pembukaan lahan, pemburuan satwa, adanya jerat, dan mengalami kesakitan.

"Kedepannya, kita lepasliarkan kembali. Minggu ini bisa kita lepaskan kembali. Lokasi tepat masih kami kaji," ujarnya

Seno mengatakan, populasi tapir masih cukup besar di Sumatera Utara.

"Suaka Margasatwa Dolok Surungan memang habitat tapir dan harimau. Kami masih melakukan inventarisir jumlah populasi Tapir," ujarnya.

Seno mengimbau warga yang menemukan tapir langsung menghubungi lembaga konservasi.

Seekor rapir yang ditemukan warga berkeliaran di Dusun II, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, terjebak di dalam lubang berlumpur, Sabtu (17/8/2019). Rencananya satwa dilindungi itu akan dievakuasi tim BBKSDA.
Seekor rapir yang ditemukan warga berkeliaran di Dusun II, Desa Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Asahan, terjebak di dalam lubang berlumpur, Sabtu (17/8/2019). Rencananya satwa dilindungi itu akan dievakuasi tim BBKSDA. (HO)

"Masyarakat jika menemukan satwa liar yang dilindungi agar menghubungi BKSDA Sumut, baik yang di Siantar, Kisaran, dan Medan. Hubungi call centre. Ini memang termasuk dilindungi dan terancam punah," ujarnya.

Pantauan tribun-medan.com, tapir yang dikirim dari Asahan sudah bergabung dengan tapir penghuni Taman Hewan di Siantar.

Tapir yang sudah ditandai dengan cat warna hijau pada badan itu terlihat mengasingkan diri.

Manager Taman Hewan Siantar Sanda Octavia mengatakan, tapir sudah dirawat oleh dari dokter hewan.

"Kami memiliki alat yang lebih mumpuni. Kami bekerja sama untuk penyelamatan satwa. Ini sebagai tugas konservasi. Kami juga bertanggung jawab untuk penyelamatan di alam liar. Telah kami kasih vitamin, suplemen dan suplai makanan dan terus dipantau dokter hewan," katanya.

(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved