VIDEO: Dikira Gajah, Hewan Langka Tapir Seberat 300 Kg Nyungsep ke Perumahan Warga

Seekor hewan langka berupa Tapir ditemukan warga di sebuah areal komplek perkuburan Cina di Labusel, Sumatera Utara.

Istimewa
Tapir seberat 300 kg ditangkap warga saat masuk ke pemukiman 

TRIBUN-MEDAN.com - Seekor hewan langka berupa Tapir ditemukan warga di sebuah areal komplek perkuburan Cina di Labusel, Sumatera Utara.

Hewan tersebut berusaha kabur hingga kemudian ditangkap warga beramai-ramai. Awalnya hewan besar mirip seperti babi itu ditemukan oleh penjaga kuburan yang kaget melihat hewan langka, Senin (18/12/2017).

Penangkapan hewan tersebut diunggah ke media sosial hingga menjadi viral.

Tampak hewan yang memiliki ciri khas warna hitam dan putih pada badannya berusaha melepaskan diri, namun beberapa warga mengangkap hewan itu menggunakan tali.

Hewan itu dilumpuhkan menggunakan tali, setelah keempat kakinya diikat. Tapir berjenis kelamin jantan itu memiliki berat badan lebih kurang 300 kg.

Informasi dihimpun, penemuan tapir itu bermula saat lima orang warga setempat, Hendrik Manik, (32) cs, berhasil menangkap tapir tersebut di komplek perkuburan Cina, Labusel.

Bermula saat penjaga kuburan Frengki Samosir melihat seekor hewan besar hitam mirip seperti gajah.

Seperti yang dikutip buktipers Frengki Samosir, 28 warga Lingkungan Kampung Kristen, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang Kabipaten Labusel menemukan seekor tapir tengah berkeliaran di sekitar rumahnya, pagi hari.

Hewan langka memiliki belalai yang dilindungi pemerintah tersebut memiliki tinggi tubuh satu meter dan diyakini bukan berasal dari alam Kabupaten Labusel.

Diduga tapir itu merupakan hewan peliharaan yang kabur.

Frengki mengaku melihat hewan dengan nama latin Tapirus Indicus itu sedang berkeliaran di depan rumahnya sekira pukul 04:00 WIB

Frengki bersama ayahnya kemudian menjerat hewan berwarna putih dan hitam itu menggunakan tali. 

“Awalnya ku pikir gajah, karena ada belalainya. Tapir itu merusak tanaman di belakang rumah, maka kami tangkap menggunakan tali,” katanya.

Setelah tertangkap tapir tersebut kemudian dibawa ke lokasi Pemibitan Ternak dan Puskeswan milik Dinas Perkebunan dan Perternakan Pemkab Labusel di Dusun Simpang Kayu Manis, Desa Pekan Tolan, Kecamatan Kampung rakyat untuk mendapatkan perawatan.

Di tempat itu, hewan tersebut diberi obat untuk memulihkan sejumlah luka di tubuhnya dan makanan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved